Berita Terkait



Tarif Tol Naik, Keuntungan Jasa Marga Bertambah 10 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans Sunito mengatakan kenaikan tarif tol bisa mendongkrak pendapatan Jasa Marga sekitar 10 persen tahun ini. Tahun lalu pendapatan Jasa Marga Rp 3,2 triliun, tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3,6 triliun. "Ini sesuai dengan ekspektasi kami," kata Frans di Gedung Bina Marga, Jumat (25/9).


Ia menegaskan, kenaikan tarif tol ini bukan merupakan pendapatan ekstra. Sebab
kenaikan tarif tol diukur dengan adanya inflasi dan pertumbuhan laju kepadatan jalan tol.

Frans menambahkan, jalan tol Sedyatmo justru tidak mengalami kenaikan tarif, tapi penurunan tarif. Sebab Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol Sedyatmo mengubah sistem transaksinya menjadi satu kali.

Pengguna jalan tol golongan I dari arah Kapuk menuju Bandara Soekarno-Hatta atau sebaliknya, yang semula bertransaksi di dua gerbang tol dengan total tarif Rp 5.500 kini hanya sekali transaksi dengan tarif Rp 4.500. "Ada penurunan Rp 1.000," katanya.

Sedangkan tarif golongan II Rp 5.500, golongan III Rp 7.000, golongan IV Rp 8.500 dan golongan V Rp 10.000.

Direktur Operasi PT Citra Marga Nusaphala Persada Hudaya Ariyanto mengatakan pihaknya sudah mensosialisasikan kenaikan tarif tol melalui spanduk. "Mudah-mudahan penyesuaian tarif tol bisa diterima," kata Hudaya.

NIEKE INDRIETTA