Berita Terkait



Jalur Alternatif Cikamulang-Subang Bergelombang

TEMPO Interaktif, Bogor - Jalur Cikamurang-Subang sejauh 87 kilometer merupakan jalur alternatif pemudik maupun arus balik yang biasa melintasi Pantura selepas tol Cikampek. Namun kendaraan yang melintasi jalur ini harus ekstra hati-hati, karena sebagian jalan ternyata bergelombang.

Saat Tempo melintasi jalur ini dari pertigaan Kadipaten sudah ada peringatan "Hati-hati Jalan Bergelombang". Baru berjalan sekitar 1 kilometer mulai terasa kondisi jalan yang kurang nyaman. Memasuki kilometer lima sampai tujuh kondisi jalan makin bergelombang dan ada lubang.

Di Kilometer 17 sampai 25 jalanan dari arah Kadipaten (atau Kilometer 70-55 arah Subang) kembali bergelombang dan pada kanan kiri jalan sulit ditemui rumah makan atau perkampungan penduduk.

Jalan mulai halus karena awal September sudah dilakukan betonisasi setelah menempuh jarak 25 kilometer dari pertigaan Kadipaten.

Pengendara yang melintas malam hari agar berhati-hati di kedua sisinya yang dipasang tiang peringatan spotligth (Kilometer 55 sampai 50 arah ke Subang).

Memasuki arah Cikawung, Cubang, tepatnya Kilometer 42 sampai 38 arah Subang di daerah Cikawung, jalan kembali bergelombang. Untuk menjaga keamanan pada kilometer ini didirikan Posko Pengamanan yang dijaga oleh sekitar lima polisi.

Memasuki Kilometer 23 arah Subang jalan sudah mulai halus, apalagi setelah melintasi pertigaan dekat Sektor Gantar Subang sampai melintas ke Polsek Cibogo di Kilometer 10 subang atau sekitar 129 kilometer menuju Jakarta.

Menurut salah satu anggota Polres Subang, Brigadir Dua Dedi,  arus kendaraan diperkirakan akan padat pada hari Minggu. "Kendaraan yang melintasi jalur Cikamurang memang harus hati-hati karena banyak jalan bergelombang," jelasnya.

DEFFAN PURNAMA