Berita Terkait
Korban Bus Parahyangan Jadi Sembilan Orang
TEMPO Interaktif, Subang - Korban tewas akibat tergulingnya bus pariwisata Parahyangan B 7123 YK di tanjakan Cicenang, Jalan Raya Subang-Bandung, Jawa Barat, Sabtu petang (26/9), bertambah jadi sembilan orang. Tapi, petugas masih belum bisa mengidentifikasi secara lengkap identitas seluruh korban tewas tersebut.
"Yang tewas jadi sembilan orang, delapan di lokasi kejadian, satunya lagi di perjalanan menuju Rumah Sakit Ciereng," kata Suhendi, Koordinator Pos Kesehatan Mudik-Balik Lebaran 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, saat ditemui Tempo, di Rumah Sakit Ciereng, Sabtu malam.
Namun, Suhendi tak bisa merinci satu per satu nama korban meninggal dunia. "Masih dalam tahap identifikasi," katanya. Tepat pukul 21.15 semua jenazah korban sampai di Rumah Sakit Ciereng setelah sebelumnya dievakuasi sementara di Puskesmas Jalan Cagak.
Sementara korban luka berat dan luka ringan tercatat 14 orang dievakuasi ke Rumah Sakit PTPN VIII dan enam lainnya ke Rumah Sakit Ciereng. "Mereka sedang dirawat intensif," kata Suhendi.
Jedi, salah seorang korban selamat, saat ditemui di Rumah Sakit Ciereng, mengatakan sebelum terjadinya kecelakaan mengenaskan itu, bus tiga perempat milik PO Parahyangan yang dikemudikan Sukardi, warga Buaran, Cakung, Bekasi tersebut, sempat beberapa kali mati.
"Nggak bisa ngoper gigi," kata Jedi. Tapi, sopir tetap memaksakan jalan. Ketika bus baru meluncur meninggalkan gerbang obyek wisata Tangkuban Parahu, "Di sebuah turunan mobil langsung oleng dan nabrak sebuah sedan Timor. Setelah itu berguling-guling," tutur Jedi. "Saya pikir remnya blong."
Ia mengatakan jumlah penumpang bis nahas tersebut 35 orang. Semuanya tercatat sebagai warga Buaran Hankam, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. "Kami baru pulang berwisata," kata Jedi yang harus kehilangan sembilan keluarganya yang tewas dalam kecelakaan itu.
Ajun Komisaris Besar Sugiono, Kepala Polres Subang, mengatakan, dugaan sementara kecelakaan bus Parahyangan tersebut, "Akibat rem blong." Untuk memastikannya, polisi akan melakukan identifikasi melalui tim kecelakaan transportasi. Sugiyono juga belum bisa menyebutkan jumlah korban secara pasti. "Sebab, bisa saja bertambah," katanya memberikan alasan.
A.M Jamil, Kepala Perwakilan PT Asuransi Jasa Raharja Cabang Purwakarta, yang melakukan pendataan untuk bahan pemberian santuan di Rumah Sakit Ciereng, mengatakan korban tewas akan mendapatkan santunan masing-masing Rp 25 juta, sedangkan korban luka berat dan ringan masing-masing Rp10 juta. "Santunan akan diserahkan Senin pekan depan di Tangerang," kata Jamil.
NANANG SUTISNA
