Berita Terkait
Binatu Bandung pun Kebanjiran Order
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Sejumlah usaha binatu di Bandung kewalahan memenuhi pesanan. Sebagian ada yang terpaksa menolak order karena tak sanggup menyelesaikan cucian pakaian dalam sehari. Tempat binatu lainnya sampai harus menambah pekerja baru.
Menurut Yati, salah seorang pekerja binatu di Jalan Setiabudi, Bandung, pihaknya tak bisa melayani pesanan dalam sehari selama libur lebaran ini. Padahal binatu itu menawarkan jasa cucian yang beres dalam 24 jam. "Sekarang paling dua hari baru bisa diambil," katanya, Sabtu (26/9).
Di tempat yang buka 24 jam itu, pesanan meningkat sementara pekerjanya tetap. Kondisi serupa dialami usaha binatu di Jalan Gegerkalong. Di daerah kos mahasiswa itu, waktu penyelesaian cucian juga mundur sehari.
Keterlambatan itu dimaklumi seorang pelanggan, Rosa, karena saat lebaran biasanya banyak yang membawa pakaian kotor ke binatu. Dia sendiri mengaku tak punya waktu untuk mencuci sendiri. "Habis buat keliling lebaran ke keluarga," katanya.
Dari pantauan Tempo, tumpukan pakaian siap diambil sudah menumpuk memenuhi lemari bertingkat. Gundukan pakaian kotor dan yang siap disetrika juga memenuhi ruangan tengah dan belakang. Begitu sibuknya, mereka enggan diwawancara.
Mengantisipasi lonjakan pesanan, sebuah tempat binatu di Jalan Antapani menambah pekerjanya sebagai tukang setrika sebanyak 6 orang. Penambahan itu juga dilakukan di belasan cabangnya di Bandung. "Kami ajak ibu-ibu sekitar yang mau," kata supervisor Hendra Susanto. Cara itu, ujar dia, membuat pekerja dan manajemen tidak keteteran seperti tahun-tahun sebelumnya.
Setelah lebaran hingga hari ini, katanya, pesanan di tempatnya meningkat 100-150 persen. Pelanggan yang datang di hari biasa sekitar 60-70 orang dengan berat pakaian kotor rata-rata 5 kilogram. Per kilo cucian yang selesai dalam 2-3 hari dihargai Rp 6.000, sedangkan yang ekspres sehari Rp 10.000/kg. Walau pesanan melonjak, tempatnya tidak sampai menaikkan harga.
Berdiri di komplek perumahan, pelanggannya yang kebanyakan para ibu rumah tangga sudah mulai ramai berdatangan sejak dua hari sebelum lebaran. "Katanya pembantunya sudah pada pulang dan mereka juga mau keliling lebaran," ujarnya.
ANWAR SISWADI
