Berita Terkait



Kecelakaan Saat Mudik Lebaran Naik Sembilan Persen

TEMPO Interaktif, Surakarta -  Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan sejak H-6 hingga H+3 angka kecelakaan meningkat sembilan persen. "Data yang kami miliki menyebutkan terjadi 1.544 kecelakaan di seluruh Indonesia. Penyebab utama kecelakaan karena mengantuk dan kelelahan," ujarnya dalam jumpa pers di Surakarta seusai meninjau arus balik di Stasiun Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi, Minggu (27/9).

Kenaikan juga terjadi pada jumlah korban, yang sekarang mencapai 4.018 orang atau naik 30 persen. Korban luka ringan naik 49 persen menjadi 1.397 orang, dan luka berat naik 6 persen menjadi 637 orang. "Tapi korban meninggal turun 50 persen menjadi 576 orang," ujarnya.

Secara umum dia menilai arus mudik dan balik Lebaran kali ini bisa diatasi dengan baik. Selain pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, juga semakin banyaknya informasi seputar mudik dan balik yang dilansir media. "Masyarakat kemudian bisa mengatur sendiri kapan melakukan perjalanan sehingga turut membantu kelancaran di lapangan," katanya.

Menteri Jusman mengakui ada kesalahan prediksi terhadap pemudik dengan sepeda motor. Menurutnya, pengendara motor tahun ini ternyata turun 30 persen dan beralih ke moda kereta api.

Selain itu, "Kami sempat memprediksi kepadatan di terminal akan berkurang karena banyak yang menggunakan kendaraan pribadi, ternyata faktanya terminal justru padat. Banyak yang menggunakan angkutan darat," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Eko Budiyanto mengatakan meski ada kenaikan penumpang kereta api, seluruhnya bisa terangkut. "Tahun ini justru lebih longgar. Tidak ada lagi penumpang di sambungan loko atau di atas atap. Semua masuk ke gerbong," ujarnya di Stasiun Solo Balapan.

Selama Lebaran, Daop VI mengoperasikan dua kereta Argo Lawu, kereta Progo Lebaran, Bengawan Lebaran, Senja Utama Lebaran, Fajar Lebaran, dan kereta komunitas. "Selama 11-25 September 2009, penumpang naik 10 persen dibanding tahun lalu. Pada 2008 tercatat 142.377 penumpang, tahun ini 157.018," ujarnya.

Kenaikan penumpang terbesar terjadi di kereta ekonomi, dari 87.237 penumpang menjadi 100.691 orang atau naik 15 persen. Kelas bisnis naik 5 persen dari 31.947 menjadi 33.430 penumpang. "Eksekutif justru turun sekitar satu persen, dari 23.193 menjadi 22.897 penumpang," terangnya.

UKKY PRIMARTANTYO