Berita Terkait



Sepeda Motor Rajai Jalur Tengah

TEMPO Interaktif, Subang - Arus balik pemudik bersepeda motor yang menuju Jakarta di hari terakhir libur pasca-Lebaran, tampak merajai jalur tengah  Subang-Kalijati-Sadang. Dengan ciri khas bagasi tambahan dan penumpang yang berlebih, rombongan sepeda motor berseliweran nyaris tanpa henti di antara arus balik roda empat dan bus penumpang umum.

Supriyatna, pemudik asal Majalengka yang akan kembali mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, memilih jalur tengah karena dinilai lebih aman dan nyaman, "Nyetirnya juga bisa lebih santai," kata Supriyatna yang menggunakan sepeda motor bebek produk terbaru dengan dua anaknya. "Kalau lewat Pantura terlalu ramai."

Supriyatna yang ditemui saat jeda di warung es kelapa muda perkebunan karet Wangunreja, mengatakan jalur tengah pada arus mudik dan balik tahun ini dirasakan lebih ramai dibanding tahun lalu. "Mungkin karena kondisi jalan dan fasilitasnya sudah lebih baik," ujarnya.

Kusmana, kawan serombongannya menimpali, dia dan kawan-kawannya memilih menyusuri jarak sekitar 200 kilometeran lebih dari Majalengka menuju Jakarta tiba sore hari di Subang dengan harapan sampai di tempat tujuan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum jam sembilan. "Sehingga waktu ngasonya bisa lebih panjang," kata Kusmana yang berprofesi sebagi pengajar di sekolah swasta itu.

Kecuali didominasi arus balik sepeda motor, sepanjang Sabtu pagi hingga sore jalur tengah juga terus dilalui puluhan bus angkutan umum trayek Cirebon, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menuju Jakarta. Mereka masuk Jakarta melalui pintu gerbang tol Sadang.

Sedangkan bus-bus penumpang rute Sumedang, Majalengka dan Subang menuju Bekasi danJakarta, lebih banyak memanfatkan ruas Sadang-Cikopo buat mencari tambahan muatan. Mereka kemudian masuk Jakarta melalui jalur alternatif Kota Bukit Indah lalu masuk Jakarta via gerbang tol Kalihurip selatan.

Ajun Komisaris Besar Sugiyono, Kepala Polres Subang, mengaku senang dengan banyak beralihnya arus mudik dan balik lewat jalur tengah. "Artinya sosialisasi kami berhasil," kata Sugiyono.

Menurutnya, membanjirnya pemudik dan yang balik ke Jakarta via jalur tengah juga telah megurangi beban dan penumpukan arus di jalur klasik Pantai Utara Subang.

NANANG SUTISNA