Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, di Gedung MPR/ DPR-RI, Jakarta, Senin, 21 Januari 2008. TEMPO/ Wahyu Setiawan;
Berita Terkait
Tiga Alasan Abdullah Hehamahua Siap Jadi Pimpinan KPK
TEMPO Interaktif, Jakarta - Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi Abdullah Hehamahua mengaku siap jika ditunjuk menjadi pimpinan KPK sementara. Pasalnya, dia menilai pimpinan KPK sementara sebaiknya dijabat oleh orang dalam KPK.
“Maaf saya belum dihubungi. Tapi kalau diberi kepercayaan, insya Allah saya akan laksanakan seoptimal mungkin,” ujar Abdullah Hehamahua ketika dihubungi wartawan, Senin (28/9).
Ketika ditanya alasannya, Abdulah mengatakan ada tiga hal yang membuatnya berpendapat orang dalam KPK yang sebaiknya menjadi pimpinan KPK sementara. “Pertama, berdasarkan pengalaman saya sejak periode yang lalu, masalah yang cukup berat di KPK adalah melting di antara pimpinan. Karena mereka berasal dari latar profesi yang berbeda. Kalau Plt berasal dari internal KPK atau mantan KPK, masalah tersebut tidak akan terjadi,” kata Abdullah.
Kedua, kata Abdullah, masalah kesenjangan psikologis di antara pimpinan lama dengan pimpinan sementara KPK tidak akan terjadi kalau pimpinan sementara berasal dari dalam atau mantan KPK.
“Ketiga sebagai orang dalam, saya tahu mana yang harus didahulukan dalam rangka memulihkan kepercayaan masyarakat dan pada waktu yang sama memelihara semangat juang dan kinerja pejabat dan pegawai KPK,” lanjut Abdullah.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu membentuk tim khusus tengah menggodok tiga calon pimpinan KPK sementara. Ketiga calon tersebut akan menggantikan tiga pimpinan KPK yang kini berstatus tersangka. Mereka adalah Antasari Azhar yang menjadi tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Bibit Samad Rianto yang menjadi tersangka penyalahgunaan wewenang dalam kasus pencekalan Joko S. Tjandra, dan Chandra Hamzah yang menjadi tersangka kasus pencekalan buron Anggoro Widjojo.
FAMEGA SYAVIRA
Web via