Berita Terkait
Selama Mudik dan Arus Balik, 21 Orang Tewas di Banten
TEMPO Interaktif, Serang - Selama arus mudik dan balik Lebaran 2009 di wilayah hukum Kepolisian Daerah Banten, terjadi 76 kasus kecelakaan. Dari jumlah tersebut sebanyak 21 orang tewas, sedangkan puluhan lainnya luka-luka.
Berdasarkan data terakhir di Posko Terpadu Operasi Ketupat Kepolisian Daerah Banten, sebanyak 79 kasus kecelakaan juga mengakibatkan 28 luka parah dan 91 orang lainnya luka ringan. “Kecelakaan itu melibatkan 84 sepeda motor, 29 roda empat, dan 2 bus.Sementara kasus tabrak lari juga terjadi sebanyak delapan kali,” kata Kepala Posko Keamanan Kepolisian Daerah Banten Ajun Komisaris Alimuda Pulungan, kepada Tempo, Senin (28/9).
Menurut Alimuda, akibat kecelakaan itu kerugian materi mencapai lebih dari Rp 300 juta. Alimuda yang juga sebagai Kepala Seksi Kecelakaan Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Polda Banten itu menerangkan, kecelakaan itu banyak terjadi di jalur yang padat seperti tol Tangerang- Merak dan jalur arteri Jakarta- Merak. Jalan itu terdapat 35 kejadian kecelakaan.
“Sedangkan kecelakaan lainnya terjadi di jalur alternatif, baik yang akan menuju Merak maupun jalur pariwisata seperti Pantai Anyer, Pandeglang, dan Lebak,” kata dia.
Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Rumiah menjelaskan, sejumlah kecelakaan pada musim mudik itu kebanyakan disebabkan kesalahan manusia sebanyak 69 kasus. Kesalahan manusia yang dimaksud seperti pelanggaran terhadap rambu, kecepatan tinggi, saling mendahului dan tidak menjaga jarak. “Kemudian mengantuk itu juga bisa jadi sebab,” kata dia.
Selain karena faktor kesalahan manusia, Rumiah melanjutkan, faktor kendaraan yang ditumpangi pemudik juga turut andil menjadi penyebab kecelakaan, “Ada beberapa kasus yang disebabkan ban pecah dan sistem kemudi yang kurang baik,” kata dia.
Sejumlah kecelakaan yang terjadi pada musim mudik Lebaran tahun ini melonjak hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya yakni terdapat 27 kejadian kecelakaan. Dari jumlah kejadian tersebut sembilan orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka berat, 32 orang korban mengalami luka ringan. Sedangkan kerugian materi mencapai Rp 712 juta.
MABSUTI IBNU MARHAS
