foto

Jenazah Wisnu Anjar Kusuma, 17 tahun, mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara Ciseeng Bogor yang meninggal saat mengikuti Ospek,saat selesai divisum di RSU PMI Bogor, Minggu (27/9). Foto: Tempo/ Deffan Purnama

Berita Terkait



Penyebab Kematian Wisnu Masih Gelap  

TEMPO Interaktif, Bogor - Polisi masih menyelidiki kematian Wisnu Anjar Kusumah, mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) Bogor, yang tewas ketika mengikuti Program Pembentukan Mahasiswa Baru (PPMB) pada Ahad dinihari. ”Beri kami waktu. Sampai tadi malam, baru enam saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik,” kata Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Suntana Senin (28/9).

Keenam saksi itu adalah panitia PPMB. Mereka--masing-masing berinisial R, S, IP, PR, TK, dan P--tercatat sebagai mahasiswa tingkat VI (akhir) di sekolah itu. ''Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Muhammad Santoso.

Santoso enggan mengungkapkan hasil pemeriksaan atas keenam saksi tersebut. Namun, ia mengatakan polisi masih mengembangkan kasusnya. ''Akan ada saksi lain yang kami mintai keterangan,'' dia memastikan.

Wisnu, 17 tahun, warga Jalan Tondano III No. 138, RT 02 RW 03, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, meninggal Minggu (27 September) dinihari lalu dengan luka lebam di telinga, lutut, punggung, dan tengkuk. Adanya luka lebam dan kematiannya yang terkesan mendadak mendorong keluarganya meminta agar dilakukan otopsi di RS PMI Bogor. Hasil visum luar memperlihatkan luka lebam itu akibat kekerasan memakai benda tumpul. "Menurut visum, ada kekerasan benda tumpul," ujar Sekretaris RW 03, Antoni Sarumaha.

Ketua STSN H. Kolonel Tuhur Trimurnianto menyatakan pihak sekolah sudah mengetahui kabar adanya luka lebam di beberapa bagian tubuh Wisnu. Tapi, ujarnya, sejauh ini sekolah belum mendapat laporan resmi soal ini, baik dari polisi maupun dari hasil otopsi. ''Seandainya memang terbukti ada tindak kekerasan, kita akan tindak sesuai ketentuan yang berlaku di sekolah ini,” ujarnya dalam jumpa pers di STSN, Ciseeng, kemarin.

Menurut Tuhur, hasil tes fisik saat seleksi penerimaan mahasiswa baru menunjukkan Wisnu laik masuk sekolah itu. ''Hanya giginya saja kurang bersih,” ujarnya.

Pada dua hari pertama PPMB, kata Tuhur, Wisnu juga bisa mengikuti kegiatan PPMB dengan baik. Baru pada hari ketiga, 26 September, ia hanya mengikuti kegiatan sampai jam makan siang karena sakit. “Hingga hari keempat ( 27 September 2009) pukul 03.00, kondisi Wisnu masih sadar, namun fisiknya semakin lemah. Akhirnya diputuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Citra Insani di Parung,” kata Tuhur. “Setiba di rumah sakit, dokter menyatakan Wisnu sudah meninggal,” ujarnya.

DEFFAN PURNAMA | DIKI SUDRAJAT | TIA HAPSARI