foto

-

Tanpa Dicaplok Asing, 2.000 Pulau Indonesia Bakal Hilang

pulauTEMPO Interaktif, Bandung - Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengungkapkan,  sedikitnya 2.000 pulau pada 2030 berpotensi hilang karena perubahan iklim. Hampir 10 persennya, pulau-pulau itu berpunghuni. "Sekarang beberapa pulau kecil di utara Jawa seperti di Jawa Tengah dan Jakarta hilang karena air laut pasang," ujar Freddy usai kuliah umum di Universitas Widyatama Bandung, Jumat (2/10).

Ia tengah mengupayakan pendataan terhadap pulau yang rawan lenyap itu. Datanya baru dirilis setelah ada koordinasi dengan Departemen Dalam Negeri. "Pulau kecil lebih rentan dan mudah terkena ancaman perubahan cuaca dan kejadian alam yang ekstrim," ujarnya.

Masih menurut Freddy, proyeksi kenaikan muka laut bisa mencapai 0.4 meter pada 2010 dengan luas area yang hilang mencapai 7.408 meter. "Adanya pemanasan global akan mengurangi sumber daya air di pulau kecil sehingga musim kemarau akan kekurangan air, bahkan kemungkinan punahnya spesies tamanam dan hewan di pulau tersebut," ujarnya.

Kondisi 2/3 luas lautan Indonesia dengan panjang garis pantai 95 ribu kilometer, area terumbu karang mencapai 61 kilometer persegi, mangrov 93 kilometer persegi, padang lamun 30 kilometer persegi dan laut yangterbuka  mencapai 5,8 juta kilometer persegi. Paling tidak, kata dia, perairan Indonesia bisa menyerap C02 sekitar 300 juta ton karbon per tahun di mana sekitar 3 juta di antaranya diendapkan di dasar laut.

Freddy menegaskan, berbagai langkah telah dilakukan untuk melindungi kawasan perairan dan pulau pulau kecil Indonesa, Di antaranya dengan adanya Coral Triangle Initiative Summint dengan tujuan pengelolan bentang laut, perikanan yang berbasis ekosistem, dan pengefektipan kawasan konservasi laut, dan mengatasi penuruanan spesies langka.

ALWAN RIDHA RAMDANI