Topik
Polisi Larang Kongres Persaudaraan Golongan Putih
TEMPO Interaktif, Surakarta - Kepolisian Kota Besar Surakarta melarang kegiatan Kongres IV Persaudaraan Golongan Putih yang sedianya dilaksanakan di Hotel Sarangan Surakarta, Sabtu (03/10). Polisi beralasan kegiatan tersebut digelar tanpa ada pemberitahuan yang disertai prosedur yang benar.
Kegiatan kongres tersebut juga dihadiri oleh Presiden Persaudaraan Golongan Putih, Sri Bintang Pamungkas. Namun, sebelum Bintang tiba dengan menumpang becak, hotel tersebut sudah dijaga ketat oleh polisi. Bahkan meskipun kamar hotel telah dipesan sebelumnya, kunci kamar juga telah dipegang polisi. Delapan spanduk yang telah dipasang oleh panitia sebelumnya juga telah diturunkan oleh polisi.
Kedatangan Sri Bintang disambut beberapa anggota Persaudaraan Golongan Putih yang telah tiba lobi hotel. Tak lama, Kepala Satuan Intel dan Keamanan Kepolisian Kota Besar Surakarta Komisaris Jaka Wibawa segera menemui Sri Bintang untuk menyampaikan larangan tersebut. Sempat terjadi adu mulut antara Sri Bintang dengan Jaka Wibawa yang menyebabkan situasi memanas.
"Kita sudah membuat surat pemberitahuan kepada polisi," kata Sri Bintang Pamungkas. Untuk menyelenggarakan kegiatan semacam itu, lanjut Bintang, tidak perlu memperoleh izin dari kepolisian. "Cukup dengan surat pemberitahuan."
Bintang juga mengatakan tidak ada agenda besar dalam kongres tersebut. "Hanya diskusi sesama simpatisan golongan putih," kata Bintang.
Ada pun isu dari diskusi tersebut, menurutnya, adalah penolakan terhadap pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, karena dianggap memiliki beberapa cacat yang cukup serius. "Di antaranya adalah kasus Bank Century dan memiliki andil dalam mematikan Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Bintang.
Sri Bintang juga membawa beberapa surat rekomendasi untuk melakukan kongres dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Salah satu surat tersebut ditujukan kepada pihak kepolisian. Hanya saja, Komisaris Jaka Wibawa menolak menerima surat tersebut. "Polisi telah melecehkan Komnas HAM," kata Bintang.
"Kalau mau menyerahkan silakan ke kantor," kata Jaka Wibawa. Namun, dirinya tetap bersikukuh melarang kegiatan kongres tersebut. Dia beralasan perizinan untuk melakukan kongres tersebut tidak lengkap. "Panitia tidak pernah datang ke kepolisian," kata Jaka.
Para peserta kongres yang hanya terdiri dari segelintir orang tersebut akhirnya hanya berbincang-bincang di warung makan di depan hotel. Hanya saja, kegiatan tersebut tetap diawasi secara ketat oleh puluhan aparat kepolisian.
AHMAD RAFIQ






Web via