Miyabi
Topik
Produser Film Miyabi Siap Pindah Lokasi Syuting
TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang perempuan cantik berbelanja di sebuah mal. Dia memilah dan memilih lingerie seksi. Tak sampai sepeminuman teh, mal itu tiba-tiga gaduh. Pengunjung berlarian panik karena mal kebakaran. Perempuan itu ikut terkejut dan bingung. Tiga pemuda datang, menariknya dari sana, dan menyelamatkan Miyabi, bintang film porno ternama dari Jepang.
Itulah adegan yang bakal mengisi Menculik Miyabi, sebuah film yang tengah digodok perencanaannya. "Tokoh Miyabi nanti akan dibawa ke mana-mana oleh tiga pemuda komedian ini. Miyabi betah karena mereka lucu dan menyenangkan," kata Odi Mulya Hidayat, produser film ini, dari Maxima Pictures, Jumat lalu. Odi juga mengaku siap menghadapi gelombang penolakan dengan memindahkan lokasi pengambilan gambar.
Ini memang film komedi. Tak ada unsur pornografi meski ada Miyabi. Di film itu, kata Odi, justru menampakkan sisi Miyabi yang lain. "180 derajat berbeda dengan yang dikenal," ujarnya.
Naskahnya ditulis oleh Raditya Dika, yang juga memerankan satu dari tiga pemuda yang menyelamatkan Miyabi. Raditya, bermula dari blogger, kini sudah menorehkan jejak di genre film-film komedi domestik, melalui Kambing Jantan: The Movie (aktor dan penulis naskah) dan Maling Kutang (penulis naskah).
Ide memakai Miyabi, kata Odi, muncul dari tim kreatif Maxima Pictures. "Dia (Raditya Dika) setuju dan antusias sekali," kata Odi.
Menculik Miyabi, saat ini masih berstatus judul sementara, akan disutradarai Rako Prijanto. Film-film yang telah ia arahkan di antaranya Ungu Violet (2005), D''Bijis (2007), dan Tri Mas Getir (2008). "Dia sangat cocok menggarap tema komedi. Dia mengerti komedi, punya selera yang oke," kata Odi.
Sayangnya, Odi enggan mengungkap estimasi biaya produksi film ini. Sebab, Maxima Pictures masih harus menuntaskan beberapa hal, termasuk kepastian honor Miyabi. Yang terakhir ini pastinya lebih tinggi dari tarif aktor domestik. Maka, "Kami siasati dengan menawarkan kompensasi berupa kepemilikan hak (royalti)," kata Odi, yang enggan mengungkap berapa besarnya.
Artinya film ini harus laku. Melihat reaksi setelah publikasi awal Menculik Miyabi, tampaknya film ini bakal laku keras. Miyabi yang muda, cantik, seksi, nongol di layar bioskop domestik. Wah. Kontras sekali dengan tampang Raditya Dika yang, seperti di Kambing Jantan, mengeksploitasi ekspresi-ekspresi konyolnya.
Tapi reaksi publik terbagi dua. Yang positif dengan yang menentang. Majelis Ulama Indonesia menolak karena profesi Miyabi sebagai bintang porno. Ada pula yang siap berunjuk rasa menolak kedatangan si bintang porno hingga komentar yang betul-betul konyol, seperti menyarankan presiden memberikan bimbingan rohani kepada Miyabi.
Pejabat negara pun berbeda pendapat. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, seperti ditulis detik.com, menilai penolakan MUI sangat tepat. Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh mengatakan, secara legal, Miyabi tak dilarang datang. Tapi, menurut Nuh, perlu pula didengar pendapat pihak yang menilai dari aspek etika dan moral.
Menghadapi reaksi penolakan, Odi tak risau. "Menurut saya, tak ada salahnya, siapa pun bisa main (film) di Indonesia ini," ujarnya. Bila gelombang penolakan menguat, pihak produser siap memindahkan lokasi pengambilan gambar. "Di mana pun yang kira-kira pihak Miyabi setujui," kata dia. Bisa di Bali, Jepang, atau Singapura.
Saat ini naskah film tengah dirampungkan. Maxima juga intens melobi manajemen Miyabi. Kini, kata Odi, persentase kepastian Miyabi berperan adalah 60 persen. Menunjukkan popularitas sang bintang di sini, Odi optimistis Miyabi jadi berperan. Film ini direncanakan siap tonton pada akhir tahun. Miyabi, marilah ke mari!
IBNU RUSYDI






Web via