Topik
Infografis
Tommy Soeharto Sindir Donasi Rp 1 Triliun Aburizal
TEMPO Interaktif, Pekanbaru - Kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar, Hutomo Mandala Putra menyakini peran partai yang independen, mandiri, dan bukan oposisi dapat mengantarkan kejayaan di masa depan. "Partai harus punya sikap yang tegas," kata Tommy di Hotel Labersa, Pekanbaru, tadi malam.
Tommy Soeharto, panggilan anak penguasa Orde Baru itu, untuk menuju kejayaan yang tak tertandingi sistem konvensi dalam pemilihan calon presiden hingga calon kepala daerah mesti diterapkan kembali. "Konvensi sudah membantu sukses Golkar, kalau ditinggalkan akan lebih anjlok lagi," ujarnya.
Nantinya, kata dia, calon yang terpilih dalam konvensi sesuai dengan kinerja calon. "Mana yang terbaik di level masing-masing akan terpilih," katanya. "Secara tidak langsung, model suksesi ini akan mendekatkan dengan rakyat." Dengan pengelolaan yang benar, kata dia, Golkar bisa bangkit.
Dia mempertanyakan janji-janji calon lain yang dinilai hanya omongan yang menarik simpati saja. "Kenapa tidak sejak dulu donasi Rp 1 triliun itu dilakukan, apalagi mereka juga tidak mampu memenangkan Golkar di tanah kelahirannya."
Beberapa waktu lalu, Aburizal Bakrie, yang juga kandidat calon,mengatakan hendak mengelontorkan uang segede Rp 1 triliun jika kelah memimpin Golkar. Dana itu dianggapnya cukup untuk mengerek kembali kejayaan Golkar seperti di massa Orde Baru.
Tommy menyakini akan lolos dalam persyaratan awal. "Penjegalan di tatib akan kecil. Persyaratan berkaitan hukum sudah dipenuhi sudah ada putusan Mahkamah Agung," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, mengingatkan pentingnya peran oposisi dalam sistem demokratisasi. Menurut dia, dengan oposisi akan memberikan Golkar sebagai pengawas dan menjadi penyeibang pemerintah.
Saat ini Golkar tengah menggelar musyawarah nasional, yang agenda utamanya memilih ketua umum menggantikan Jusuf Kalla. Calon lain yakni Surya Paloh, bos Grup Media Indoesia dan Yuddy Chrisnandy, kader muda Golkar.
EKO ARI WIBOWO






Web via