Jumlah Pasien Diare di Depok Mulai Meningkat

TEMPO Interaktif, Depok - Awal musim hujan ini ternyata ikut berdampak pada jumlah penderita diare di Kota Depok. Meningkatnya jumlah penderita diare tampak pada data kunjungan pasien di beberapa pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Depok.

Dokter Puskesmas Pancoran Mas, Dece Feriani, mengatakan peningkatan jumlah pasien diare sudah mulai terlihat setelah lebaran. Jika pada hari-hari biasa, jumlah penderita diare yang berobat ke Puskesmas hanya satu atau dua orang, maka sejak pertengahan September ada lima sampai 10 pasien diare setiap harinya.

Meskipun ada penambahan, Dece menegaskan jika diare belum bisa dikatakan sebagai kejadian luar biasa. “Baru kelihatan tren meningkat tapi belum bisa dikatakan mewabah,” ujar dia kepada wartawan di ruangannya, Kamis (08/10). Hingga saat ini juga tidak ada satu pasien pun yang sampai harus dirujuk ke rumah sakit.

Pasien diare berasal dari kalangan orang dewasa maupun anak-anak. Mereka yang berobat di Puskesmas Pancoran Mas berasal dari tiga kelurahan, yakni Keluarahan Depok, Keluarahan Pancoran Mas, dan Kelurahan Depok Jaya. Dece mengatakan jika jumlah penderita diare masih ada kemungkinan bertambah selama musim penghujan belum berakhir. “Kalau banjir, angkanya mungkin bertambah lagi,” ujar dia.

Penambahan jumlah penderita diare juga terjadi di Puskesmas Cipayung. Dokter pelaksana Puskesmas Cipayung Mira Miranti mengatakan pada bulan September lalu dari 6.000 pasien yang berkunjung selama sebulan, 60 di antaranya menderita diare. Sedangkan untuk hari ini jumlah pasien diare mencapi lima orang.

Mira mengatakan pasien diare yang datang umumnya hanya mengalami mencret-mencret biasa. “Tidak ada yang alami dehidrasi,” ujar dia.

Menurut Mira, meningkatnya jumlah penderita diare merupakan hal yang wajar pada musim penghujan. “Karena jalan becek, banyak kubangan, jadi kebersihan kurang terjaga,” ujar dia.

TIA HAPSARI