Transportasi Dibenahi, Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ekonom Chatib Basri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin meningkat pada 2010. "Namun peningkatan hanya akan terjadi jika ada perbaikan dalam bidang infrastruktur," ujar Chatib dalam acara Economic Outlook and Prospect 2009 di Hotel Four Season Jakarta tadi malam.

Biaya transportasi dinilai menjadi hambatan besar untuk mengejar target pertumbuhan. Biaya transportasi akan menjadi biaya tambahan yang besar, apalagi di daerah terpencil maupun bagian timur Indonesia. "Rantai distribusi sangat penting dalam perekonomian 5 tahun ke depan,"kata dia.

Biaya transportasi di Indonesia satu setengah kali dibanding negara lain. Waktu yang dibutuhkan untuk proses transportasi juga cukup lama akibat infrastruktur yang buruk. Dia mencontohkan, harga barang di Papua puluhan kali lebih mahal daripada harga barang yang sama di Jawa. "Tanpa infrastruktur yang baik, perekonomian juga tak bisa dibangun secara merata," kata dia.

Jika masalah transportasi diatasi, Chatib memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2010 berkisar 5-5,5 persen. Tingkat inflasi diduga sebesar 6-7 persen dengan tingkat suku bunga BI antara 7 hingga 8 persen. Rupiah akan berada pada kisaran Rp 9800.

"Namun jika lima tahun ke depan tak ada perbaikan, kesempatan kita akan hilang," kata dia. Selain perbaikan infrastruktur, hal yang harus diperbaiki adalah mengenai kepastian regulasi serta proses pengambilan keputusan.

Chatib menyarankan agar pemerintah memilih prioritas pembangunan infrastruktur. Tidak perlu dana tambahan dalam jumlah besar untuk melakukannya. "Pastikan saja anggaran terserap dengan baik," ujar dia.

FAMEGA SP