foto

REUTERS

Sarkozy Junior Pancing Serangan Oposisi Atas Ayahnya

TEMPO Interaktif, Jakarta - Putra Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang berusia 23 tahun dan sedang belajar hukum di Universitas Sorbone menjadi berita sejumlah media internasional karena niatnya untuk menjadi walikota sebuah daerah elit di Prancis, telah membangkitkan protes oposisi.

Jean Sarkozy yang baru setahun kuliah di Sorbone tapi sudah terlibat dalam kegiatan partai ayahnya, Union For Popular Movement, dilaporkan berniat menggeser kandidat utama partai itu untuk menjadi walikota Neuilly-Sur-Seine, dan mencalonkan dirinya dengan alasan calon utama yang diajukan partainya kurang populer. Ia adalah putra Sarkozy dari pernikahannya yang pertama, dengan Marie-Dominique Culioli. 

Sarkozy junior, membantah bahwa tindakannya itu termasuk nepotisme, sedangkan oposisi dari kelompok kiri di Prancis mengatakan Sarkozy senior berusaha membangun dinasti politik.
Pejabat Neuilly-Sur-Seine bertanggung jawab mengawasi kawasan niaga yang disebut La Defense, daerah yang diproyeksikan menjadi pesaing London sebagai pusat finansial Eropa.

REUTERS | WIKIPEDIA | RONALD