Dari 500 Hidran di Bandung, Hanya Empat yang Berfungsi

TEMPO Interaktif, Bandung - Kerawanan kebakaran di Kota Bandung cukup tinggi. Tapi hanya segelintir hidran yang bisa membantu pemadaman api. Dari 500 lebih hidran, hanya empat unit yang bisa diandalkan.

Seluruh hidran itu dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bandung. Menurut Direktur Utama PDAM Jaja Sutarja, hanya empat hidran yang airnya bisa diambil mobil pemadam kebakaran. Hidran itu terletak di Jalan Supratman, Dago, sekitar Pasar Kordon, dan alun-alun. "Cuma di sana yang tekanan airnya cukup kuat," katanya kepada Tempo, Rabu (14/10).

Sumber air empat hidran itu, katanya, berasal dari air yang mengalir deras lewat pipa air baku. Pipa seukuran perut kerbau itu menghubungkan sumber air di Pangalengan ke pengolahan air bersih PDAM di Jalan Badak Singa, Bandung. Di luar jalur pipa air baku itu, hidran hanya berfungsi mengatur aliran air bersih ke pelanggan. "Misalnya memompa udara supaya aliran air lancar," ujarnya.

Penambahan hidran untuk mempermudah proses pemadaman kebakaran di Bandung, katanya, sulit dilakukan PDAM. Dalihnya, pasokan air ke warga masih kurang dan jaringan pipa air baku tidak bisa diperluas ke berbagai wilayah.

Sedangkan Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandung Prijo Soebiandono mengatakan, dari 500 lebih hidran, 12 diantaranya bisa dipakai untuk armadanya. Tapi hanya satu hidran di Jalan Supratman yang layak pakai, sisanya harus dipompa mobil tanki pemadam. "Jadinya lama, butuh 15-20 menit agar tiap mobil terisi penuh," katanya.

Daerah rawan kebakaran di Bandung, kata Prijo, mencapai 239 daerah Rukun Warga. Wilayah itu berada di kawasan padat penduduk. Untuk mengatasi kurangnya air hidran, petugas selama ini terpaksa memakai air sungai juga kolam ikan penduduk.

Dari catatan Dinas Kebakaran, kasus yang terjadi Januari-September tahun ini sudah mencapai 87 dengan nilai kerugian materi Rp 6,5 miliar. Dalam periode yang sama tahun lalu, jumlah kebakaran tercatat ada 109 kasus dan menimbulkan kerugian Rp 10,2 miliar. Sedangkan pada 2007, terjadi 126 kebakaran yang menghanguskan harta benda sebesar Rp 24 miliar.

Prijo mengatakan, untuk menekan angka kebakaran dan kerugiannya, Dinas Kebakaran melatih 9 ribu sukarelawan di tiap kelurahan dan kecamatan untuk membantu petugas pemadam. Namun begitu, dia berharap hidran bisa ditambah. "Paling tidak di lima wilayah Bandung masing-masing ada satu," katanya.

 

ANWAR SISWADI