Topik
SPI Minta Subsidi Pupuk Industri Dihapus
TEMPO Interaktif, Jakarta - Serikat Petani Indonesia (SPI) meminta agar pemerintah menghapus pemberian subsidi benih dan pupuk kepada pihak industri atau produsen sebab tidak langsung menyentuh petani, malah dimanfaatkan oleh perusahaan.
"Saat ini subsidi pupuk yang digelontorkan pemerintah sekitar Rp 17 triliun. Jumlah ini kalau diberikan langsung kepada petani sudah lebih dari cukup. Bahkan sangat berlebih," kata ketua SPI Achmad Ya''kub di Jakarta hari ini, Kamis (15/10).
Menurut dia, pemberian subsidi langsung bisa mendongkrak produktifitas petani. Misalnya jika subsidi itu diberikan dalam bentuk ternak. "Cara ini bahkan bisa membantu petani untuk swasembada daging dan kotorannya bisa digunakan sebagai pupuk sehingga tidak tergantung pada pupuk kimia," katanya.
Ketua Umum SPI Henry Saragih menambahkan pemberian subsidi pupuk kepada industri memang berpengaruh besar terhadap peningkatan produksi padi. "Sejak 2006 sampai 2009, subsidi pupuk meningkat sampai empat kali lipat. Sedangkan anggaran untuk benih ditingkatkan sampai 10 kali lipat," kata Henry.
Namun subsidi yang melimpah ini tidak berjalan beriringan dengan kenaikan pendapatan petani. "Pemerintah bisa memulai dengan mengurangi separuh dari subsidi pupuk yang diberikan untuk industri. Nah yang separuhnya diberikan kepada petani," katanya.
Selain menghapus subsidi pupuk untuk kalangan industri, SPI juga merekomendasikan agar pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebagai cara meningkatkan pendapatan petani. Rekomendasi berikutnya adalah dengan melaksanakan program pembaharuan agraria lewat redistribusi tanah.
KARTIKA CANDRA





