foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Jusuf Kalla usai pidato kenegaraan terkait HUT Kemerdekaan RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/08). Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim



Pesta Perpisahan Kabinet SBY-JK Digelar  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang seluruh anggota kabinetnya untuk menggelar pesta perpisahan di Istana Negara, Jumat (16/10) sore ini. Hal itu dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan anggota Kabinet Indonesia Bersatu Jilid pertama pada 20 Oktober mendatang.

Suasana pesta yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut berlangsung meriah. Yudhoyono yang datang beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla disambuk dengan tepuk tangan hadirin.

Tak hanya menteri yang masih aktif, mantan menteri yang menjadi korban pergantian kabinet pun turut serta. Selain menteri yang aktif beserta pasanganya, tampak mantan Mentri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto, mantan Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal Saifulah Yusuf dan mantan Kepala Polisi Sutanto.

Namun, ada juga mantan menteri yang tak tampak hadir seperti mantan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin, mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja, mantan Menteri Keuangan Jusuf Anwar dan mantan Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab.

Peserta pesta duduk di meja bundar yang diberi nama bunga-bunga, seperti, Tulip, Anggrek, Teratai, Kamboja, Rafflesia, Dahlia dan lainya. Bermacam-macam hidangan sudah tersedia secara prasmanan. Musik kecapi dari Tanah Sunda mengiringi mereka bersantap.

Dibalik keceriaanya, mereka juga tampaknya menyimpan keresahan. Apakah presiden akan memilih mereka kembali dalam kabinet barunya?.

Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyari, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzeta, Menteri Komunikasi dan Informasi M Nuh yang sempat diminta komentarnya sebelum pesta dimulai mengaku belum tahu nasibnya lima tahun kedepan. Mereka pun mengaku hingga saat belum ada pemberitahuan dari Cikeas.

"Telpon saya malah error," kata Yusuf berseloroh. "Belum, belum," jawab M Nuh. Menurut Paskah, hanya SBY yang tahu sampai saat ini. Sofyan Djalil menjawab diplomatis. "Kalau tidak jadi lagi Alhamdulilah, kalau jadi menteri lagi, surprise," katanya.

GUNANTO ES