Topik
Bakar Foto Presiden, Dua Mahasiswa Ditangkap
TEMPO Interaktif, Jakarta - Dua mahasiswa Mataram pendemo pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di depan DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram ditangkap polisi karena melakukan pembakaran foto Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Mereka dibawa langsung ke Markas Polres Mataram di Ampenan, Selasa (20/10) siang.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Eka Hardinah dan Erik. Eka adalah mahasiswa semester 5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitasa Mataram yang melakukan pembakaran foto berukuran poster lebar sekitar 60 x 80 sentimeter persegi sewaktu Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram.
Sementara Erik, mahasiswa semester 3 Universitas Muhammadiyah Mataram, ikut dibawa polisi karena ucapannya yang menyinggung perasaan aparat di lapangan.
Pengamanan aksi unjuk rasa tersebut dilakukan polisi dipimpin langsung oleh Kepala Polres Mataram Ajun Komisaris Besar Triyono BP. Ketika dimintai tanggapannya, para aktivis SMI tidak ada yang berkomentar. Mereka hanya berjalan ke arah Markas Polres Mataram di Ampenan untuk mengetahui nasib rekan mereka tersebut.
Siang tadi ada tiga kelompok mahasiswa yang melakukan unjuk rasa menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden di Jakarta. Dua kelompok lainnya adalah Spartan dan Front Perjuangan Rakyat yang melakukan aksi di perempatan Bank Indonesia Mataram.
Mereka masih menyuarakan sikap keberpihakan para pemimpin terpilih tersebut terhadap imperialisme, perampasan tanah rakyat disertai kekerasan.
SUPRIYANTHO KHAFID





