Demonstran Bakar Kaos SBY-Boediono

TEMPO Interaktif, Yogykarta - Hingga Selasa (20/10) siang ini, ada tujuh kelompok demonstran yang menyambut pelantikan Presiden dan wakil presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Ada yang berorasi akan mengawal kepemimpinan SBY-Boediono, ada yang secara tegas berorasi menolak kepemimpinan SBY-Boediono.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan menolak kepemimpian SBY-Boediono dengan membakar kaos SBY-Boediono. “Kami menolak kepemimpinan SBY-Boediono karena mereka tidak layak memimpin. Hentikan kepemimpinan mereka,” kata koordinator aksi Aliansi Kebangsaan, Rudi Noordiansyah di Jalan Malioboro, Selasa, (20/10), persis di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Yogyakarta.

Aliansi ini beranggapan, tidak layak melanjutkan kepemimpinan yang menjadi antek neoliberalisme. Apalagi, kata Rudi, wakil presiden Boediono terlibat kasus Bank Century. “Maka harus kita tolak,” kata Rudi berapi-api.

Usai berorasi massa Aliansi Kebangsaan kemudian membakar kaos kampanye pilpres 2009 bergambar pasangan SBY-Boediono di atas poster tertuliskan ''Tolak Neoliberalisme''.

Dari sejumlah aksi yang mewarnai pelantikan, enam aksi lainnya memilih akan mengawal kepemimpinan SBY-Boediono. “Kami tidak menolak, tapi hanya mengawal,” kata koordinator lapangan demonstran dari Himpunan Mahasiswa Islam cabang Yogyakarta, Sidik Widiasmoro.

Selain kedua aksi demonstran tersebut, aksi lain yang mewarnai pelantikan SBY-Boediono adalah dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menggelar aksi di Bundaran kampus di Bulaksumur. Aksi lainnya Solidaritas Rakyat Yogyakarta (SRY), LMND, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM). Rata-rata demonstrasi berangkat dari Tugu Yogyakarta berhenti di gedung Dewan Yogyakarta dan terakhir di simpang empat Kantor Pos Besar.

Beberapa poster yang diusung di antaranya bertuliskan ''SBY Mana Janjimu'', dan ''Wahai SBY Jika Kau Dusta Bencana Tiba''.

BERNADA RURIT