Topik
Keseleo Lidah Dalam Pelantikan Presiden, Gara-gara Huruf Naskah Terlalu Kecil
TEMPO Interaktif, Jakarta - Suasana Gedung Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat mendadak senyap, Selasa (20/10). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru saja mengucapkan sumpah kepresidenan menoleh tegang ke Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas.
Pasalnya, Taufiq, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yang memimpin sidang, mendadak tak melanjutkan kalimatnya, "Sesuai dengan konstitusi mulai saat ini saudara Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono..".
Yudhoyono menoleh ke arah Taufiq lagi, matanya menyipit. Baru lima detik kemudian Taufiq melanjutkan, "telah resmi menduduki jabatan sebagai Presiden."
Penampilan Taufiq dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden memang tak prima. Kalimatnya beberapa kali tersendat. Ia seringkali keseleo lidah salah menyebut nama atau urutan nama. Ia sempat terlewat menyebut nama Jusuf Kalla saat membacakan para mantan wakil presiden yang menjadi tamu kehormatan sidang pelantikan.
Tak hanya itu, Taufiq bahkan salah menyebut urutan nama Presiden Yudhoyono. Taufiq menyebut, "Bapak Haji Susilo Doktor. " Gelar Doktor semestinya disebut sebelum nama. Beberapa tamu tampak tersenyum.
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan ini juga tak tepat ketika menyebut gelar ''doktor''. Ia sekali menyebut gelar tersebut dengan pengucapan ''dokter''.
Taufiq juga keliru ketika menyebut BJ Habibie sebagai Wakil Presiden ketiga Republik Indonesia. Seharusnya BJ Habibie disebut sebagai Presiden Republik Indonesia ketiga. Habibie yang hadir dalam pelantikan, juga hanya tersenyum saja.
Berbeda dengan penampilan Taufiq Kiemas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru tampil meyakinkan di atas podium saat menyampaikan pidato kepresidenan.
Berjas hitam dengan dasi merah, Yudhoyono menyampaikan beragam hal, mulai dari perekonomian, demokrasi, hingga kesejahteraan rakyat kedepan. Diujung pidato, hadirin berdiri memberi applause meriah.
Taufiq yang ditemui usai acara pelantikan mengakui adanya kekeliruan yang ia buat sewaktu sidang. Ia mengaku karakter huruf dalam naskah terlalu kecil. Adapapun soal kesalahan menyebut nama Presiden Yudhoyono, Taufiq beralasan, "biasanya kan ''Pak SBY'', kan susah (kalau) Doktor Haji Susilo. Tuh, kan salah lagi," ujar sambil tersenyum kepada para wartawan.
DWI RIYANTO AGUSTIAR






Web via