TEMPO/Arie Basuki
Praktisi Kesehatan Minta Endang Diberi Kesempatan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekelompok praktisi kesehatan menginginkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih diberi kesempatan bekerja. Tudingan adanya intervensi asing yang muncul seputar pengangkatannya dinilai sebagai bentuk fitnah.
Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Kartono Muhammad meminta agar Endang diberi kesempatan bekerja membuktikan kemampuannya. "Kita lihat saja, apakah ia nanti gagal karena ketidakmampuan atau direcokin," kata Kartono dalam jumpa pers.
Turut hadir dalam jumpa pers Ketua Koalisi Indonesia Sehat Firman Lubis, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Does Sampurno, Hasbullah Thabrani, Pandu Riono, dan beberapa praktisi dokter lainnya.
Kartono dan Firman mengaku ikut dimintai pendapat oleh presiden untuk memberikan penilaian terhadap tiga orang perempuan calon menteri. Keduanya ditelepon oleh seseorang untuk menilai rekam jejak, konsep kesehatan, serta visinya. Presiden berpesan agar diutamakan kemampuan dalam kesehatan masyarakat. "Ibu Endang mendapatkan skor paling tinggi," kata Kartono.
Kartono ditelepon pada Rabu pagi pukul 06.00 pekan lalu oleh seseorang yang ia kenal. Ia memberikan penilaian secara obyektif dan tidak ada intervensi asing. "Saya tahu siapa yang telepon saya, bukan CIA," kata dia.
Menurut Kartono, Endang memiliki integritas tinggi, ia juga pernah bertengkar dengan pihak Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) tentang peran peneliti Indonesia.
Pandu dan Hasbullah sebagai teman Endang semasa kuliah kedokteran mengaku mengenal dengan baik. Endang seorang peneliti yang pintar, cerdas dan memiliki integritas. "Saya tidak yakin ia main-main untuk kepentingan pribadi," kata Hasbullah.
AQIDA SWAMURTI