Pengendara Sepeda Bandung Tagih Jalur Khusus
TEMPO Interaktif, Bandung - Ratusan pengendara sepeda di Bandung menagih jalur khusus sepeda yang dijanjikan Wali Kota Bandung Dada Rosada. Saat berparade Bandung Blossom hari ini, permintaan itu diteriakkan berulang-ulang ke arah panggung utama yang diisi para pejabat.
Lagu "Sepeda" yang awalnya dinyanyikan pembawa acara, diteruskan para pengguna sepeda dengan mengubah liriknya menjadi "mana jalur sepeda".
Aksi spontan itu, menurut anggota Bike to Work Bandung Andi Yudha, karena jalur sepeda tak juga dibuat pemerintah. "Sampai hari ini tidak ada kemajuan," katanya kepada Tempo.
Menurutnya, Wali Kota harusnya menepati janji yang dilontarkan itu dua tahun lalu. Jalur khusus bagi kereta angin tersebut diperlukan untuk melindungi pengguna sepeda yang sekarang makin bertambah.
Anggota Bike to Work Bandung, katanya, berjumlah 1.000 orang. Di luar itu, masih ada komunitas penggemar sepeda antik dan para pedagang yang berkeliling dengan sepeda. Selain itu, jalur khusus diperlukan untuk mengajak orang bersepeda agar polusi berkurang.
Jalur sepeda yang diharapkan selebar 1,5 meter atau cukup untuk dua sepeda beriringan. Penempatannya berada di kiri jalan. "Kendaraan lain harusnya tidak masuk ke jalur itu," katanya.
Wali Kota Bandung Dada Rosada mengaku kesulitan membangun jalur sepeda. Dinas Bina Marga sedang mencari lokasi yang tepat. "Masih dicari (lokasinya) karena ruas jalannya tidak cukup," katanya hari ini.
ANWAR SISWADI