ICW Minta Ujian Nasional Dihapuskan


TEMPO Interaktif, Jakarta - Indonesian Corruption Watch mengharapkan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh dapat menghapus ujian nasional. "Ujian Nasional clear harus dihapus," tegas Koordinator Monitoring Publik Indonesian Corruption Watch Ade Irawan ketika dihubungi Sabtu (24/10)

Kecurangan yang muncul dari ujian nasional, ia menambahkan, tidak hanya kasuistik, melainkan sudah sistemik. Artinya, guru dan kepala sekolah terpaksa harus curang karena tekanan politis. Ade menyayangkan isu peningkatan kualitas suatu daerah dianggap lebih penting daripada standar kelulusan itu sendiri.

Kalaupun nanti Nuh ingin melanjutkan ujian nasional, Ade berharap bukan untuk standar kelulusan. "Biar kelulusan diserahkan ke sekolah, kan sudah ada otonomi sekolah," jelasnya.

Menurut Ade, Nuh juga harus memastikan bahwa pendidikan dasar tetap gratis. "Sudah diamanatkan UUD 1945, kecuali dia mau mengubah konstitusi," urai Ade.

Untuk jenjang pendidikan menengah dan tinggi, Ade mengharapkan Menteri Pendidikan bisa menjamin dengan biaya yang terjangkau. "Indonesia ini sudah kehabisan sumber daya alam, maka sumber daya manusianya harus bagus," paparnya.

Kualitas sumber daya manusia inilah merupakan tanggung jawab negara. Negara, ucap Ade, harus mampu menyediakan akses dan biaya yang terjangkau masyarakat.

Sebelumnya, usai serah terima jabatan Kamis (22/10), Mohammad Nuh mengatakan belum akan memutuskan nasib ujian nasional. Ia berjanji memfokuskan kesinambungan pendidikan, yaitu hasil ujian di suatu jenjang bisa digunakan untuk masuk jenjang pendidikan selanjutnya.

"Sekarang kan nilai ujian SMA atau kejuruan nggak bisa langsung masuk perguruan tinggi," ujar Nuh. "Saat ini belum tepat untuk memutuskan apakah (ujian nasional) dilanjutkan atau tidak," tambahnya.

DIANING SARI

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Sakit, Rio Batal Beri Keterangan ke Pers Barry Obama Tak Akan Mampir di Besuki (Bagian 2) Barry Obama Tak Akan Mampir di Besuki (Bagian 1) Tiga Bocah Meninggal Akibat Difteri Tinggal Klik, Ringkasan Dokumen pun Jadi........ ADJhjdaghdgaygfajfafmafjgahfgajNINJA SAGA.....rOCK LEGEND KU SUDAH TINGGI.....CAPING...Merasa Berdosa Jadi Homo, Pacar Elton John Bunuh Diri Karyawan Microsoft Sembunyi-sembunyi Pakai iPhone NU Jatim: Merokok Hukumnya Mubah Saksi: Panda Nababan wajibkan pilih Miranda Gali Potensi Lewat Sidik Jari
0
0
setuju, harus di ganti dengan system yang mandiri. karena ujuian nasional sudah dijadikan musuh bersama semua sekolah. mereka saling kerjasama untuk menjerumuskan para murid, dengan memberikan kunci jawaban. di tahun pelajaran 2008/2009, semua nilai UNAS adalah palsu..... Matematika diatas nilai 9, tapi anak2 nya masih bodoh.PRIHATIN DEHHHHHHHHHH
0
0
Sebelum mengadakan ujian nasional murid , harus diadakan ujian nasional guru. Sebelum ada ujian nasional guru diadakan ujian nasional kepala dinas pendidikan. Kalau guru dan kepala dinas pendidikan sudah selevel, baru layak diadakan ujian nasional murid.
0
0
Ujian Nasional setuju dihilangkan. Sebagai gantinya laksanakan Test Diagnostik tingkat nasional agar mutu pendidikan di tiap daerah tetap dapat diketahui dan dipetakan sehingga mutu pendidikan akan tetap terpantau.
0
0
Ujian nasional jangan di jadikan sebagai syarat kelulusan.!! serah ke sekolah saja!
Selanjutnya
Wajib Baca!
X