foto

AP Photo



PM Thailand: Sering-sering Gaul Kunci Kebersamaan ASEAN  

TEMPO Interaktif, Hua Hin - Masyarakat di kawasan Asia Tenggara harus lebih sering berinteraksi dengan penduduk di negara-negara lain sesama anggota Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan negara sekitarnya.

“Hubungan antarmasyarakat akan memberi manfaat bagi kita semua dan menjadi landasan dari integrasi di Asia Timur,” kata Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, di ujung pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur di Hotel Dusit Thani, Hua Hin, Thauland, Ahad (25/10) siang.

Interkonektivitas itu bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur dan teknologi informasi. Untuk itu, para pemimpin ASEAN dan mitra dialognya menyepakati Dana Pembangunan Infrastruktur. Jepang sudah menyetujui bantuan US$ 20 miliar atau setara Rp 200 triliun dan Cina menyediakan US$ 10 miliar atau sekitar Rp 100 triliun untuk integrasi di kawasan ini.

Selain pembangunan infrastruktur, pemimpin ASEAN juga menyadari pentingnya pertukaran pemuda dan mahasiswa untuk mempercepat integrasi. Dalam KTT kali ini, ASEAN menyepakati Deklarasi Hua Hin untuk Penguatan Kerjasama Pendidikan, yang mencakup promosi standar regional untuk kompetensi pelajar di ASEAN.

Pertemuan puncak para pemimpin ASEAN yang ke-15 digelar mulai 23 hingga 25 Oktober ini di Hua Hin, kota resor sekitar 200 kilometer di sebelah selatan ibu kota Thailand, Bangkok. Hua Hin merupakan satu dari delapan distrik di Provinsi Prachuab Khirikhan. Sebelumnya kota tersebut telah terpilih sebagai lokasi pertemuan pemimpin puncak ASEAN ke-14 yang digelar awal tahun ini.

WAHYU DHYATMIKA (HUA HIN)