Burma Lunakkan Sikap Terhadap Aung San Suu Kyi

TEMPO Interaktif, Bangkok - Perdana Menteri Burma Thein Sein mengatakan kepada para pemimpin negara-negara yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke-15, di Hua Hin, Thailand, akhir pekan kemarin, bahwa tokoh oposisi Aung san Suu Kyi akan dilibatkan dalam upaya rekonsiliasi nasional.

Namun sikap Thein Sein ini masih belum jelas apakah tokoh prodemokrasi Burma itu akan ikut dilibatkan atau tidak dalam Pemilu tahun 2010.

Kepada Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, Thein Sein mengatakan sikap junta militer Burma akan lebih lunak terhadap Suu Kyi. "Dia (Thein Sein) merasa optimistik bahwa Suu Kyi akan dapat memberikan kontribusinya dalam proses rekonsiliasi nasional," ujar Abhisit Vejjajiva, " dia juga setuju dengan harapan dunia agar Pemilu tahun depan dapat berlangsung lebih terbuka dan fair."

Pada hari Sabtu (24/10), sesudah Thein Sein bertemu Perdana Menteri Yukio Hatoyama, jurubicara Hatoyama mengatakan bahwa Thein Sein mengabarkan status tahanan rumah Aung San Suu Kyi akan lebih diperlunak jika Suu Kyi menunjukkan sikap yang lebih baik.

Awal bulan ini, junta militer Burma memberikan izin kepada Suu Kyi untuk bertemu dan menjalin dialog dengan kalangan diplomat barat, sesudah pada bulan lalu, Junta memutuskan perpanjangan 18 bulan tahanan rumah bagi Suu Kyi.

Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan kini Burma tengah ada 'atmosfer harapan yang lebih baik' menyusul semakin membaiknya hubungan antara Burma dengan Amerika Serikat, yang baru-baru ini mulai menjalin hubungan kembali dengan Burma setelah selama bertahun-tahun tanpa hubungan.

Pada akhir KTT Asean, para pemimpin negara-negara Asean menandatangani dokumen hasil pertemuan, yang salah satu poinnya, para pemimpin Asean berharap Pemilu di Burma tahun depan akan berlangsung bebas, fair, terbuka, dan transparan.

BBC l WAHYUANA