Topik
Indonesia Kekurangan 9.000 Dokter Hewan
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Indonesia masih kekurangan sekitar 9.000 dokter hewan. Dari 20 ribu dokter hewan yang dibutuhkan hingga 2020 nanti, sampai saat ini baru terealisasi sekitar 11 ribu dokter hewan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
"Sementara setiap tahunnya tidak sampai 1.000 dokter hewan yang diluluskan," kata Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Bambang Sumiarto, di sela acara Lokakarya Nasional Standarisasi Rumah Sakit Hewan di ruang Auditorium FKH UGM, Rabu (28/10).
Bambang mengatakan rasio jumlah dokter hewan dengan jumlah yang dibutuhkan masih sangat minim. Banyak pos-pos yang seharusnya diisi oleh lulusan dokter hewan justru dipegang bukan ahlinya. Dampaknya, upaya pemberantasan penyakit menular tidak berjalan serentak dan efektif.
"Efeknya dirasakan sekarang. Pemberantsan penyakit menular masih kurang," ujarnya.
Hingga saat ini baru ada lima Fakultas Kedokteran Hewan yang secara rutin meluluskan tenaga ahlinya setiap tahun. Kelima institusi tersebut adalah UGM, IPB, Universitas Syiah Kuala Aceh, Unair Surabaya, dan Udayana Bali. Dari kelima institusi tersebut, kata Bambang, setiap tahunnya meluluskan tidak lebih dari 1.000 dokter hewan.
Sementara tiga Fakultas Kedokteran Hewan lainnya, yakni Universitas Brawijaya Malang, Universitas Mataram NTB, dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, menurut Bambang, belum meluluskan dokter hewan.
HERU CN