Impor Baja Turun 51,28 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta - Impor baja turun 51,28 persen pada semester pertama 2009. "Penurunan impor disebabkan pengaruh krisis global," kata Irvan Kamal Hakim, Wakil Ketua Indonesia Iron and Steel Industri Association (IISA) dalam Workshop Analisa Iklim Usaha Industri Baja dalam Menghadapi Krisis Finansial Global, di Hotel Kartika Chandra, Kamis (29/10).
Menurut dia, akibat krisis yang terjadi sejak pertengahan 2008, permintaan, kapasitas produksi dan harga jatuh hingga 50 persen. Industri baja kemudian memilih untuk menjaga likuiditas. "Industri baja memilih mengolah bahan yang ada agar menjadi uang tunai," kata dia. Karena tidak produksi tidak perlu manambah bahan baku, sehingga jumlah impor bahan baku pun berkurang.
Irvan melihat, kondisi industri baja masih akan rapuh hingga akhir semester dua tahun 2009. "Selain itu, ditambah lagi dengan ketidakstabilan nilai rupiah," kata dia. Sehingga, pengusaha belum bisa tentukan sikap apakah akan menambah produksi atau tidak.
EKA UTAMI APRILIA





