Investasi Indonesia Menuju Terbaik di Asia Tenggara

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pasar investasi Indonesia dua tahun ke depan diyakini masih akan tumbuh ke arah yang positif. "Performa Indonesia akan berada di atas negara lain di Asia Tenggara. Padahal Asia Tenggara berada di atas kawasan lain," ujar Rajiv Louis, Managing Director Investasi Perbankan UBS hari ini.

Pertumbuhan perdagangan modal juga meningkat dan memicu naiknya investasi. Dia memperkirakan adanya dana-dana berjumlah besar yang masuk dalam dua tahun tersebut. Ekuitas juga akan menguat sebagai akibat insentif yang diberikan Direktorat Jenderal Pajak kepada perusahaan yang tercatat di bursa.

"Insentif ini benar-benar mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan go public," kata dia. Bagi perusahaan yang sudah tercatat di pasar, insentif memicu peningkatan arus kas untuk meningkatkan keuntungan dari insentif tersebut.

Menurut Rajiv,pasar harus lebih kompetitif agar dapat bersaing.Pesaing terbesar pasar Indonesia menurut dia adalah Hongkong dan Singapura. Dia percaya jika tingkat kompetisi pasar ditingkatkan, pemodal dalam negeri tak lagi akan melirik kedua negara tersebut.

Oleh karenanya, Rajiv menyarankan agar regulator dan pemerintah melakukan perubahan pada beberapa aturan investasi.Misalnya tentang lamanya proses penerbitan right issue yang membutuhkan waktu 4 sampai 5 bulan. Proses ini dinilainya terlalu lama dan dapat membuat investor melirik negara lain yang berproses lebih cepat.

Selain merevisi beberapa peraturan, pemerintah juga diminta menjamin kestabilan kebijakan. "Pembuatan kebijakan harus konsisten agar investor merasa aman," ujarnya. Saat ini investor tidak terlalu cemas akan stabilitas politik Indonesia.

 Kelemahan Indonesia dinilai paling menakutkan investor adalah ketidakpastian kebijakan. "Apalagi kebijakan pada bidang infrastruktur dan sumber daya alam yang bermodal besar dengan jangka waktu yang panjang," kata Rajiv.

Pemodal semacam ini membutuhkan kepastian bahwa modalnya aman dan tidak akan terganggu oleh perubahan kebijakan.


FAMEGA SP