Sleman Jadi Proyek Percontohan Desa Hemat Energi

TEMPO Interaktif, Sleman - Sebanyak dua dusun di Sleman, Yogyakarta, yakni dusun Ngentak dan Plupuh di Kecamatan Cangkringan menjadi salah satu dari enam proyek percontohan Kampung Terang Hemat Energi tingkat nasional yang diadakan PT Philips. Pasalnya, masyarakat di dua dusun telah mengganti lampu-lampu pijar yang menguras energi dengan lampu-lampu hemat energi.

“Sebelumnya, pengeluaran tagihan listrik dua dusun selama tiga bulan (Mei-Juli 2009) mencapai Rp 5,6 juta, setelah pakai lampu hemat energi menjadi Rp 4,5 juta dalam tiga bulan,” papar Distributor Manager PT Philips Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Freddy S. Budiman saat dihubungi Tempo, Minggu (1/11).

Pemilihan dusun yang dimaksud berdasarkan beberapa kriteria. Antara lain, dusun atau kampung tersebut berada di wilayah pinggiran kota, jumlah kepala keluarga dalam satu dusun antara 300-400 KK, serta mayoritas penduduknya menggunakan lampu pijar.

“Rata-rata masyarakat dusun menggunakan lampu bohlam ataupun neon karena harganya murah,” kata Freddy.

Padahal, ditambahkan Astrid Ramli selaku Consumer Marketing Communication
Philips Lighting Commercial PT Philips Indonesia saat dihubungi terpisah, lampu pijar tidak hemat energi. Perbandingannya, satu ruang tamu yang biasa dipasang lampu pijar dengan daya sebesar 60 watt, sebenarnya sama terangnya jika dipasang lampu hemat energi yang berdaya 15 watt.  “Selisihnya sangat mempengaruhi besaran tagihan biaya listrik,” kata Astrid.

Terkait hal tersebut, PT Philips menggelar kampanye bertajuk “Terangi Kampung Bersama Philips” yang digelar di wilayah Bantul, Sabtu (31/10) sore lalu. Selain menggelar acara berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan lampu hemat energi, juga dilakukan pembagian 1.000 lampu hemat energi kepada masyarakat yang menukarkannya dengan lampu pijar. Rencananya, program Kampung Terang Hemat Energi akan diadakan kembali pada 2010. Pemilihan kampung atau pun dusun yang masuk nominasi akan diusulkan sendiri oleh publik melalui jaringan facebook.

PITO AGUSTIN RUDIANA