Tidur Larut Mencegah Obesitas  

TEMPO Interaktif, Jakarta!-- Membiarkan anak-anak tidur larut malam di akhir pekan dan hari libur dapat membantu mereka terhindar kelebihan berat badan atau obesitas. Demikian sebuah studi baru menunjukkan.

Para peneliti di Hongkong menemukan anak yang kurang tidur cenderung punya berat badan lebih besar ketimbang anak yang tidur cukup. Namun diantara anak yang tidur kurang dari delapan jam permalam, dan tidur larut pada akhir pekan dan liburan secara signifikan kecil kemungkinannya mengalami obesitas.

Peneliti mencatat rata-rata anak itu tidur jauh lebih lama di akhir pekan atau libur ketimbang hari sekolah. Namun, anak-anak yang kelebihan berat badan, cenderung kurang tidur di akhir pekan atau hari libur ketimbang teman sebaya mereka.

Para peneliti melihat anak dengan obesitas cenderung menghabiskan lebih banyak waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan menonton TV ketimbang anak dengan berat badan normal. "Faktor biologis mungkin juga berperan dalam siklus tidur yang terkompresi," kata mereka.

"Ada banyak bukti yang mengaitkan durasi tidur pendek dengan indeks massa tubuh yang tinggi," ujar Kristen Knutson, asisten profesor kedokteran di Univesritas Chicago seperti dikutip Healthday. Menurut dia yang unik dari studi ini adalah menunjukkan bahwa dengan tidur panjang di akhir pekan dapat membantu menghindari kenaikan berat badan.

Studi satu tahun ini dipimpin Yun Kwok Wing dari The Chinese University of Hong Kong. Dia memakai kuisioner untuk melacak kebiasaan tidur, gaya hidup, tinggi dan berat badan dari 5.159 anak-anak lokal usia 5 sampai 15 tahun. Temuan, diterbitkan dalam edisi November Pediatrics.

Menurut profesor psikiatri dan perilaku manusia Brown University's Alpert Medical School, Maria A. Carskadon, hubungan antara pendeknya durasi tidur dan obesitas masih belum jelas. "Bukti telah menunjukkan memang ada perubahan nafsu makan yang mempengaruhi hormon leptin dan ghrelin," kata Carskadon. Namun kata dia ada juga bukti anak-anak yang tidak cukup tidur kurang aktivitas fisiknya, karena mereka terlalu lelah. Studi menilai mengurangi durasi tidur telah menjadi ciri masyarakat modern. Mereka umumnya tidur satu sampai dua jam kurang .


HEALTHDAY|HERU TRIYONO