TEMPO/Yosep Arkian
Topik
Kemilau Ungu dari Musim Gugur
TEMPO Interaktif, Kemilau cahaya ungu menari-nari dari perhiasan di leher, tangan, dan jari tangan delapan model berpakaian serba hitam itu pada sebuah pergelaran di atrium Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis pekan lalu. Swarovski, perusahaan perhiasan kristal asal Austria, baru saja meluncurkan koleksi perhiasan kristal musim gugur dan musim salju 2009 yang bertajuk Nature Reloaded.
Lihatlah kilau kuat kalung bergaya baroque "Hyacinthe" dengan deretan kristal ungu berukuran besar menjadi andalan koleksi musim ini. "Kalung ini cocok untuk semua wanita. Ukuran dan kilaunya tidak akan membuat Anda semakin besar atau semakin kecil," kata Trisha Tan, Manajer Humas Swarovski Asia. Adapun pada koleksi lain, "Hypnosis", misalnya, menampilkan bentuk ular dalam kalung, gelang, dan cincin dengan warna yang lebih hangat.
Tema musim gugur dan musim salju ini masih meneruskan tema dua musim sebelumnya yang mengambil inspirasi dari alam. Sebelumnya, musim semi dan musim panas lalu koleksi Swarovski yang bertajuk Super Nature menawarkan koleksi dengan beragam warna ceria--seperti layaknya warna bunga yang bermekaran saat musim semi--dengan desain surealis dari kuncup hingga bunga bermekaran.
Nah, untuk musim gugur dan musim salju, meskipun masih menawarkan tema dari alam, tampak perbedaan yang cukup mencolok pada koleksinya. Swarovski tampaknya menginginkan koleksi pengujung tahun ini menjadi lebih elegan, magis, dan sensual. Ini tampak dari pemilihan warna dan bentuk dari desain koleksinya.
Ungu, lembayung, dan fuschia dominan pada koleksi musim ini. Meskipun warna ungu sangat jarang ditemui di alam, warna ini menggambarkan misteri, transformasi, dan keagungan yang feminin. Ketika senja berganti malam, warna ini tampak di angkasa. Selain ungu, warna lain seperti emas, hitam, dan putih yang lebih netral tersedia pada koleksi musim ini.
Untuk bentuk desain, Direktur Kreatif Nathalie Colin menampilkan Nature Reloaded dalam tiga bentuk utama: reptil tektonik, bunga bermekaran, dan mikrokosmos. Desain bergaya ular seperti "Hypnosis" sama kuatnya dengan karakter warna ungu yang menampilkan transformasi, pencarian spiritualitas, dan misteri alamiah.
Bunga bermekaran ditampilkan dalam koleksi "Helium" dengan pahatan kristal berlapis warna lembayung dan fuschia. Koleksi lain, "Harvest", berfokus pada warna monokrom hitam dan kristal berbentuk bulat yang bercahaya. Pencarian spiritual juga ditampilkan dalam desain mikrokosmos yang menampilkan anting-anting mungil dengan karakter peri kecil "Erika" dan "Elvis" yang berwarna ungu dan cokelat.
Tak hanya kalung, cincin, dan anting-anting, koleksi Swarovski juga tersedia untuk gantungan kunci dan clutch bag. Kesempurnaan, ketelitian, dan kehalusan teknik pointiage masih menjadi kekuatan perhiasan asal Austria ini. Teknik pointiage adalah inovasi teknik yang mampu memotong sudut kristal secara presisi untuk memperbesar kilau kristal.
Perusahaan kristal legendaris Swarovski didirikan oleh Daniel Swarovski, seorang ilmuwan Bohemian yang pindah ke Wattens Tyrol, Austria, pada 1895. Tidak hanya memproduksi perhiasan, perusahaan kristal Swarovski juga memproduksi pajangan kristal, couture, dekorasi, dan lampu kristal untuk interior rumah.
Saat ini, Swarovski masih dimiliki dan dijalankan oleh generasi ke-4 dan ke-5. Masih berpusat di Austria, produksi Swarovski telah mendunia dengan dengan mempekerjakan 26 ribu karyawan di lebih dari 120 negara.
Amandra Mustika Megarani