Topik
Asean - Amerika Akan Diskusikan Aung San Suu Kyi
TEMPO Interaktif, Singapura - Nasib tokoh prodemokrasi Burma Aung San Suu Kyi dijadwalkan akan menjadi salah stu materi diskusi antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan para pemimpin Asean, dalam kesempatan pertemuan pada pertengahan bulan ini di Singapura, demikian dikatakan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Selasa (3/11) hari ini.
Lee, akan bertindak sebagai tuan rumah dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi Asean-Amerika Serikat ke-15 itu, pada 15 Nopember 2009, yang akan menandai pertemuan langkah maju dalam hubungan Asean dengan Amerika.
Acara ini akan menjadi kesempatan pertama bagi para pemimpin negara-negara Asean bertemu langsung dengan Obama, acara juga akan diikuti forum yang lebih luas Asia Pasific Economic Coorperation (APEC) ditempat yang sama.
Perdana Menteri Burma Thein Sein diharapkan juga akan menghadiri pertemuan ini, ujar Lee Hsien Loong.
Hubungan Asean-Amerika Serikat selalu terbebani dengan isu demokrasi di Burma. Negara yang dipimpin junta militer itu dituduh telah melakukan banyak pelanggaran hak asasi manusia, kehidupan politik tanpa demokrasi, dan penahanan ribuan tahanan politik termasuk Aung san Suu Kyi.
Setelah sejak 1990 Amerika serikat melakukan politik isolasi dan dalam hubungan diplomatik yang buruk dengan Junta, akhir-akhir ini pemerintahan Obama bersikap lebih lunak, dan mulai melakukan pembicaraan-pembicaraan antar pejabat tinggi kedua negara.
"Tentang Aung San Suu Kyi, saya rasa sikap Asean sudah jelas, bahwa kami meminta agar segera dibebaskan dari status tahanan rumah," ujar Lee, dalam konferensi pers hari ini.
Hari ini dua diplomat senior Amerika Serikat dilaporkan mengunjungi Burma, dan bertemu dengan para pejabat tinggi Junta militer Burma di ibukotanya yang baru Naypyidaw.
STRAITSTIMES l WAHYUANA