.
Topik
Anne Chan Berbagi Hidup Penuh Makna
TEMPO Interaktif, Jarang perempuan yang berhasil mencapai posisi ujung tombak di industri penyiaran. Anne Chan layak mensyukuri keputusan yang dibuatnya sekitar 10 tahun lalu. Saat itu, dengan penuh percaya diri ia ingin terjun ke dunia media. Keputusan ini sempat dipandang sebelah mata oleh keluarganya. "Bahkan ibu saya sempat bilang bagaimana mungkin saya bisa terjun ke dunia media tanpa pengalaman," kata lulusan sekolah hukum di Hong Kong ini.
Sebenarnya wajar saja keluarga Anne berharap ia merintis karir di bidang yang sangat populer dan tipikal keluarga Cina di Hong Kong seperti ayahnya yang jadi kepala sekolah. "Kalau tidak jadi pengacara, dokter, ya, dosen," ucap putri pertama dari dua bersaudara ini mengenang.
Sebenarnya Anne tak membenci dunia hukum yang telah dipelajarinya. "Hukum juga menarik, misalnya dengan debat-debatnya," kata Anne, Rabu pekan lalu. Tapi tak bisa menghapus kesan bahwa hukum terkesan kuno.
Sedangkan pesona media dengan dinamikanya telanjur menarik hatinya. Saban menghadapi media, cetak ataupun penyiaran, ia merasa seperti kanak-kanak yang dibikin terpesona dan antusias dengan hal-hal baru. "Selalu ada sebagian dari diri kita yang ingin kita baca di media cetak," katanya senang.
Keinginannya mengeksplorasi hal-hal baru seakan mendapat tempat ketika ia terjun ke bisnis media. "Saya sangat berterima kasih kepada bos pertama saya yang memberi banyak kesempatan meski tahu saya belum punya pengalaman di bidang media."
Pekan lalu, Anne, yang sejak 2008 menjabat Managing Director LI TV (Life Inspired), saluran televisi pertama di Asia yang mengupas gaya hidup masyarakat Asia, datang ke Jakarta.
Saat peluncuran stasiun televisi ini dan saat ditemui Tempo di sebuah hotel di bilangan Pecenongan, penampilan Anne memancarkan energi yang luar biasa, yang membuat siapa pun di dekatnya merasa nyaman.
Rahasia energi itu Anne dapatkan dari ajaran keluarganya yang gemar berolahraga. Hingga kini, di mana pun berada, dia biasa bangun pukul 7 pagi untuk joging, berenang minimal 40 putaran, tenis, atau golf. "Saya selalu merasa lebih baik setelah berolahraga. Setelah usia 30-an, setiap wanita harus tetap berolahraga untuk mempertahankan kebugaran dan massa ototnya," ujarnya.
"Karena inilah gaya hidup. Hidup dengan penuh energi, feel good dan tentu saja bahagia," kata Anne memberikan definisi tentang gaya hidup. Begitu menyentuh soal gaya hidup, Anne merasa punya kesamaan visi dengan LI TV.
Anne tak menampik bahwa selama ini liputan tentang gaya hidup masih banyak berkiblat ke Barat. "Padahal kehidupan kalangan menengah atas Asia tak kurang sophisticated," ucapnya. "Apa Grand Indonesia kurang menggambarkan gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta? Saya rasa tak demikian."
Apa daya selama ini liputan tentang gaya hidup Asia tak punya media yang tepat. "LI TV ingin mengisi kekosongan itu. Menyajikan liputan yang merefleksikan kehidupan Asia itu," ujarnya yakin.
Anne lebih memilih liputan yang menampilkan sisi kehidupan yang bisa menginspirasi orang lain. Misalnya tentang orang-orang muda yang energetik, profesional, tapi tidak atau belum terekspos media. LI TV memiliki lima pilar utama, terdiri atas dunia kuliner, kesehatan, desain rumah, perjalanan, dan style atau gaya.
"Misalnya, kisah seorang chef di Kemang yang kami temui. Ia sangat luar biasa, tapi tak terekspos media. Melihat dia, kami ingin penonton berpikir 'saya juga bisa jadi orang sukses seperti dia', lalu lebih bersemangat lagi dalam karirnya sendiri," kata pencinta salad dan sup ini.
Anne memang sangat menikmati liputan seputar dunia kuliner meski ia tak bisa memasak, kecuali resep kegemarannya, sup dan salad. "Tapi saya suka membaca buku-buku resep," katanya terbahak.
Di matanya, media gaya hidup harus yang memenuhi kebutuhan orang akan hidup yang lebih bermakna. Bukan sekadar tontonan melibas kebosanan. "Tapi yang mengajak tiap orang untuk kembali melihat segala sesuatu dengan kegairahan seperti anak kecil menemukan hal-hal baru dalam hidup," Anne memungkasi.
Nama: Anne Chan
Jabatan: Managing Director LI TV Asia.
Pengalaman:
- Manager Sirkulasi majalah Time dan Fortune untuk Asia-Pasifik.
- Manager Channel di BBC Prime untuk Asia yang kini dikenal BBC Entertainment.
- Vice President di jaringan distribusi Asia Food Channel di Singapura.
- Direktur Sales Broadcast di saluran National Geographic HD, National Geographic Channel, National Geographic Wild Channel, Voom HD, FOX Crime, Fx, ESPN StarSports, Golf Channel, The History Channel, Crime and Investigation Network<I>, dan lainnya.
UTAMI WIDOWATI