foto

Golkar/Tempo



Ilham Arief Tetap Maju Dalam Pencalonan Ketua Golkar Sulawesi Selatan

TEMPO Interaktif, Makassar - Adanya isu tekanan dari pengurus Golkar pusat agar Ilham Arief Sirajuddin tidak maju dalam Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan, ternyata tidak meredam niat Ilham untuk meraih kursi Ketua Golkar Sulawesi Selatan.

Ilham menilai, intervensi Golkar pusat adalah dinamikia politik yang sudah menjadi konsekuensinya. "Saya ini sudah 27 Tahun berkarier di Golkar, jadi itu tidak masalah," kata Ilham Arief di Makassar, Kamis (5/11).

Ilham menduga intervensi erat kaitannya dengan perbedaan politik dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar beberapa waktu lalu. Saat itu, Ilham getol menyokong Surya Paloh merebut kursi Ketua Golkar pusat."Saya sudah menyadari itu, dan saya pikir tidak terlalu istimewa," ungkapnya.

Meski didera tekanan, upaya membangun komunikasi politik dengan para pimpinan partai di 23 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan terus ia upayakan. Klaim dukungan tertulis 50 persen pimpinan partai menjadi modal Ilham untuk maju di Musyawarah Daerah.

Ilham juga menyinggung keberpihakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi, Nurdin Halid, ke Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang juga berniat maju di Musyawarah Daerah. Menurut Ilham, keberpihakan Nurdin bukanlah persoalan. Sudah menjadi konsekuensi politik kedekantannya dengan Nurdin di Golkar hilang akibat musyawarah daerah. "Dunia politik itu tidak ada sahabat sejati," ungkapnya

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar diisukan meminta Ilham Arief untuk mengurungkan niat untuk maju dalam Musyawarah Daerah Golkar. Isu tersebut diperkuat dengan pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi, Nurdin Halid, yang mengklaim 80 persen pimpinan Golkar se-Sulawesi Selatan mendorong Gubernur Syahrul Yasin Limpo untuk maju dalam pencalonan.

TRI SUHARMAN