Topik
Amerika Segera Perbaiki Hubungan Dengan Burma
TEMPO Interaktif, Yangoon - Seorang diplomat senior Amerika Serikat mengatakan negaranya siap untuk memperbaiki hubungan dengan Burma, tetapi tidak akan menurunkan sanksi esolasinya hingga pemerintah Burma membuat perbaikan dalam perkembangan demokrasinya.
Berbicara dalam sebuah jumpa pers di Bangkok, Kamis (5/11), Duta Besar Amerika Serikat untuk Asean, Scot Marciel mengatakan, salah satu tanda membiaknya hubungan kedua negara adalah diberinya kesempatan delegasi diplomat senior Amerika Serikat untuk mengadakan pertemuan dengan partai oposisi Burma, pejabat pemerintah militer, pemimpin oposisi, dan para pemimpin etnis minoritas, pada Selasa (3/11) dan Rabu (4/11) kemarin.
Marciel mendesak para pemimpin Burma untuk mulai membangun dialog dengan pihak partai oposisi National League for Democracy (NLD) sebelum penyelenggaraan Pemilu tahun depan.
Marciel dan Asisten Menteri Luar Negeri Kurt Campbell telah mengunjungi Burma pada selasa dan Rabu, pekan ini, untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin junta, sebuah pertemuan tingkat tinggi pertama dalam 14 tahun terakhir. Mereka juga bertemu dengan para pemimpin oposisi dan kelompik etnis minoritas.
Marciel mengatakan pemerintahannya telah menginginkan hubungan yang lebih baik dengan negara ini. Dia juga mengatakan Washington telah menunjuk duta besar khusus untuk urusan Burma.
Tetapi Amerika Serikat tetap menginginkan agar Burma segera membebaskan tokoh pro demokrasi Aung San Suu Kyi dan ribuan tahanan politik lain sebagai bentuk tanda-tanda perbaikian kondisi hak asasi manusia dan reformasi demokrasi di Burma, sebelum Pemilu tahun depan.
Namun Marciel tidak memberikan keterangan detail apa yang dikatakan para pejabat Burma yang ia temui tentang kemungkinan indikasi bebasnya Aung San Suu Kyi.
VOANEWS l WAHYUANA