Topik
Petani Tambak di Bekasi Dihimbau Panen Lebih Awal
TEMPO Interaktif, Bekasi - Petani tambak ikan di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dihimbau melaksanakan panen lebih awal supaya tidak rugi akibat banjir jika curah hujan tinggi.
"Kami sudah mengeluarkan surat edaran berupa himbauan ke petani tambak supaya panen lebih cepat," kata Agus Trihono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bekasi, kepada wartawan, Jumat (6/11).
Luas tambak di wilayah Kecamatan Muara Gembong sekitar 8 ribu hektar tambak ikan bandeng dan udang. Kondisi tambak, kata Agus, banyak pematang terancam rusak karena mulai tergenang air pasang laut dan akan semakin parah jika curah hujan tinggi. "Kalau tanggul jebol semua ikan dan udang bisa hilang," kata dia.
Para petani tambak, Agus melanjutkan, sudah sangat merugi. Air tambak mereka tercemar limbah industri dari Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), menyebabkan banyak ikan mati. Melalui surat yang diedarkan pekan lalu itu, Dinas Kelautan juga menghimbau supaya petani udang berubah haluan memelihara Ikan Bandeng. Sebab, masa pemeliharaan sampai panen ikan bandeng lebih cepat ketimbang udang.
Metode pemeliharaannya juga lebih mudah, petani tambak hanya memberi pupuk urea pada pematang supaya banyak plankton datang untuk makanan ikan. Satu hektar tambak, umumnya membutuhkan 400 kwintal pupuk urea yang ditebar di setiap tambak yang sudah dikuras airnya selama satu pekan. Kemudian dialiri air, baru nener atau benih Ikan Bandeng dilepas.
HAMLUDDIN