Indonesia Incar Poin Atas Kuwait

TEMPO Interaktif, Jakarta - Meski baru takluk 1-3 dari Singapura dalam laga uji coba, tim sepak bola nasional senior Indonesia yakin bisa mengimbangi permainan Kuwait. Indonesia akan bertandang ke Kuwait dalam laga kualifikasi Piala Asia 2011 pada Rabu (14/11) mendatang.

Ketua Badan Tim Nasional Rahim Sukasah mengatakan para pemain sudah mendapatkan pelajaran berharga saat menghadapi Singapura di National Stadium, Rabu (4/11) lalu. Rahim mengatakan secara umum taktik permainan Indonesia lebih baik dari Singapura.

Namun Rahim mengakui lini bertahan tim nasional lemah dalam antisipasi bola-bola mati dan duel udara. “Itu pelajaran penting dari uji coba buat pemain Indonesia, kita tahu kelemahan sendiri. Kalau tim nasional langsung berangkat ke Kuwait tanpa uji coba, bisa dibabat habis oleh Kuwait dengan skema yang sama,” kata Rahim saat ditemui di kantornya, Jumat (6/11).

Rahim pun optimis Indonesia mampu mendapat poin di kandang lawan. Menurutnya, Kuwait tidak perlu ditakuti secara berlebihan sebab sebelumnya mereka pernah dikalahkan Vietnam dengan skor 1-0. “Kita bisa belajar dari situ, paling tidak Indonesia bisa bawa pulang satu poin dari sana dan bisa mengambil keuntungan saat main lagi di Jakarta,” kata Rahim.

Menurut Rahim, dalam laga uji coba melawan Singapura itu lini tengah tim nasional bekerja dengan cukup baik. Permainan gelandang Eka Ramdani yang mencetak satu-satunya gol untuk Indonesia juga dinilai makin baik. “Ada beberapa pemain yang tidak diturunkan karena masih dalam masa pemulihan dan lini belakang memang harus diperbaiki lagi,” kata Rahim.

Untuk mengatasi keterbatasan di lini bertahan, tim nasional memanggil defender muda Rachmat Latief untuk ikut serta ke Kuwait. Pemain belakang klub Divisi Utama Persiram Raja Ampat yang baru berusia 19 tahun ini memiliki postur tubuh dan kemampuan yang memadai untuk beradu bola-bola atas dengan pemain Kuwait. “Tim kita memang kekurangan pemain tinggi terutama untuk stopper, dan saya rasa dia cukup bagus untuk posisi itu,” kata Rahim.

Sebelumnya tim nasional sudah kehilangan bek asal Persipura Jayapura Ricardo Salampessy yang terpaksa absen karena cedera lutut. Dengan perginya Ricardo, pemain belakang yang bertubuh tinggi saat ini hanya Charis Yulianto, Nova Ariyanto dan Maman Abdurrahman. “Dengan adanya Rachmat saya harap lini belakang bisa lebih baik,” kata Rahim.

Dalam babak kualifikasi Piala Asia 2011, Indonesia berada dalam satu grup bersama Australia, Oman dan Kuwait. Indonesia saat ini baru mengumpulkan dua poin dari hasil bermain imbang tanpa gol dengan Australia dan Oman. Hasil maksimal melawan Kuwait diharapkan bisa memperlebar jalan Indonesia ke putaran final Piala Asia yang akan berlangsung di Qatar. Indonesia sendiri selalu berhasil lolos dari babak kualifikasi selama empat kali kejuaraan secara berturut-turut.

GABRIEL WAHYU TITIYOGA