Topik
Sebanyak 48 Pengidap AIDS di Situbondo Kurang Terawat
TEMPO Interaktif, Situbondo - Sedikitnya 48 orang penderita penyakit Human Immuno Deficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kurang terawat. Menurut Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Situbondo, dr. Ahmad Husnul, penyebabnya adalah tidak adanya klinik VCT (voluntary control test) di Situbondo.
"Selama ini, pemberian obat antiretroviral atau ARV dan konsultasi penderita harus ke klinik VCT di RSUD dr Soebandi Jember," kata Ahmad, Ahad (8/11) siang. Ahmad menambahkan, sebanyak 70 persen pasien AIDS itu adalah mantan pelacur. Sebanyak 16 orang di antaranya telah meninggal dunia sejak akhir tahun 1994.
Menurut Ahmad, sejak diberlakukannya Peraturan Daerah Nomor 27 Tahun 2004 tentang penutupan lokalisasi, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Situbondo sudah tidak campur tangan terhadap masalah seputar pelacur---yang menjadi pengidap terbanyak dan sangat berpotensi menularkan kepada orang lain. "Termasuk dihapusnya pemeriksaan kesehatan berkala kepada para PSK di lokalisasi itu," tambah Ahmad.
Selama ini, Dinas Kesehatan Situbondo hanya memiliki dana sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS sebanyak Rp 15 juta setiap tahun. "Karena itu kami kesulitan untuk melakukan program pemberantasan maupun pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS di sini," kata Ahmad.
MAHBUB DJUNAIDY