Infografis
Badan Meteorologi: Daerah di Palopo Memang Rawan Longsor
TEMPO Interaktif, Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin Makassar, menyebutkan daerah terjadinya longsor di Kabupaten Palopo yang menewaskan sembilan orang memang sangat rawan longsor. Daerah itu berupa jurang dan jalur kosong.
Badan Meteorologi sendiri mengaku belum memasang alat penakar hujan di seluruh kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Akibatnya, Badan Meteorologi hanya memantau dari satelit. “Dari pantauan itu, potensi pertumbuhan awan memang tinggi di sepanjang daerah itu,” ujar Sutikno, Prakirawan, Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi Makassar.
Pria yang pernah ditugaskan selama delapan tahun di Palopo ini mengatakan daerah terjadinya longsor itu karakteristiknya hujan sepanjang tahun, karena daerah pegunungan. Walau kemarau, kata Sutikno, pasti ada hujan. “Bila retakan dimasuki air sedikit saja, berpotensi banjir,” ujar dia.
Longsor terjadi di daerah perbatasan Kabupaten Palopo dan Kabupaten Tana Toraja. Karena itu, informasi mengenai kedaan cuaca di sana bisa diketahui dari dua kabupaten terdekat. Di dua kabupaten itu sudah ada stasiun Meteorologi yaitu Stasiun Meteoroligi Pongtiku di Toraja dan Stasiun Meteorologi Andi Jemma di Masamba.
Dari pantauan di kedua Kabupeten itu, dalam tiga hari terakhir terjadi hujan. Pada 6 November, tercatat terjadi hujan dengan intensitas ringan di Toraja, dengan curah hujan 3,8 milimeter. Begitu juga intensitas hujan di Masamba, dengan curah hujan 6,2 milimeter.
Esoknya tercatat hujan di Toraja berintensitas ringan dengan curah hujan 3,5 milimeter. Sementara di Masamba, hanya curah hujannya 2,0 milimeter.
Dan kemarin, di Toraja hujan dengan intensitas sedang dengan curah hujann 17,9 milimeter. Sementara di Masamba, intensitasnya sama, tapi curah hujannya 13,4 mm. “Artinya memang sepanjang Toraja dan palopo itu hujan dalam tiga hari terakhir,” jelas Sutikno.
Kondisi hujan itu memang berpotensi terjadi longsor. Terutama daerah lereng pegunungan, karena ada rengkahan tanah, yaitu retakan yang dimasuki air.
SUKMAWATI