Infografis
Astra Jadi 'Juru Selamat' Saham Domestik
TEMPO Interaktif, Jakarta - Naiknya saham kelompok Astra mampu menyelamatkan bursa sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di atas 2.400 untuk pertama kalinya sejak 28 oktober lalu. “Saham kelompok Astra tahan banting karena fundamentalnya cukup bagus, dan mampu menghasilkan laba dalam situasi apa pun sehingga kembali menjadi penopang indeks,” tutur Wakil Kepala Riset PT Valbury Asia,Nico Omer Johncheree.
Pada perdagangan Senin (9/11) ini indeks harga saham naik 11,328 poin atau 0,47 persen ke level 2.406,434 dari penutupan akhir pekan lalu di 2.395,106. Saham yang berpindah tangan mencapai 2,85 miliar unit. Nnilai transaksi Rp 2,6 triliun, dan frekuensi kurang dari 57 ribu kali. Sebanyak 91 saham mengalami koreksi. Hanya 78 saham yang naik, serta 72 saham harganya stagnan. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 305,02 miliar.
Indeks harga saham domestik sempat ragu di sesi pagi. Namun setelah indeks Dow Jones dan bursa Eropa juga menguat membuat indeks menguat perlahan. “Harga minyak yang naik US$ 1 per barel ke US$ 78, serta menguatnya nilai tukar rupiah juga turut memicu indeks ditutup di atas level 2.400,” ujarnya. Kenaikan bursa regional yang tidak signifikan juga turut membantu penguatan bursa lokal kali ini. Namun, Nico kembali mengingatkan kepada investor agar tetap waspada karena masih akan ada gelombang jual dalam waktu dekat.
Saham yang menopang pergerakan indeks kali ini adalah Astra International naik Rp 1.250 menjadi Rp 31.600, United Tractor menguat Rp 700 menjadi Rp 15.700, Astra Agro naik Rp 350 menjadi Rp 22.200, Bank Mandiri naik Rp 75 menjadi Rp 4.700, PTBA menguat Rp 150 menjadi Rp 14.600, serta Unilever juga naik Rp 100 menjadi Rp 10.150 per saham. Pada Selasa (10/11) indeks harga saham diperkirakan bergerak di kisaran antara 2.360 hingga 2.435.
VIVA B. KUSNANDAR