Topik
Infografis
Bank Agro Berharap Supensi Dicabut
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Bank Agroniaga Tbk berharap penawaran saham terbatasnya bakal diserap oleh pasar. "Kami berharap pasar merespons dengan baik sehingga bisa menjadi pertimbangan bursa," kata Direktur Bank Agro Kemas M Arief usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Senin (9/11).
Senin ini pemegang saham menyetujui penawaran saham sejumlah 1,04 miliar lembar bernilai nominal Rp 100 dengan harga sama, Rp 100. Perseroan juga menerbitkan waran maksimal 520,32 juta lembar. Uang segar ini rencananya dipakai perusahaan untuk modal kerja dan meningkatkan penyaluran kredit oleh perseroan.
Setiap pemegang 160 saham yang tercatat mempunyai 69 hak memesan efek terlebih dahulu. Jika pemegang saham perseroan tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan, maka porsi sahamnya akan mengalami penurunan alias dilusi maksimal sebesar 30,25 persen.
Saham Agroniaga sempat dihentikan perdagangannya sejak Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dimerger menjadi Bursa Efek Indonesia pada akhir 2007. Agroniaga sebelumnya tercatat di Bursa Efek Surabaya. Saat masuk Bursa, perseroan tak menawarkan sahamnya ke publik, namun hanya ke kalangan terbatas.
Otoritas bursa sebelumnya menyatakan tengah mempertimbangkan pencabutan suspensi Bank Agro terkait penawaran right issue atau hak untuk menawar saham lebih dulu. Jika struktur right issue bisa memberi nilai tambah, otoritas akan mengevaluasi suspensi. "Semoga bursa mempertimbangkan, apalagi suspensi terjadi bukan karena kesalahan kami," ucap sekretaris perusahaan Bank Agro, Hirawan Nur Kustono.
Bank Agro didirikan pada 27 September 1989. Bank Agro dimiliki oleh Dana Pensiun Perkebunan dengan kapitalisasi 96,1 persen saham. Sisanya dimiliki oleh publik.
FAMEGA SYAVIRA