Infografis
Perlu Revitalisasi yang Terintegrasi untuk Industri Gula
TEMPO Interaktif, Jakarta - Industri gula perlu di revitalisasi secara terintegrasi. "Revitalisasi dari hulu hingga ke hilir," kata Edhy Prabowo, anggota Komisi Bidang Perdagangan dan Industri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/11).
Edhy menyebutkan, bagian dari revitalisasi pabrik gula sektor hulu di antaranya pemberian kredit untuk petani. Adapun di sektor hilir dengan melakukan revitalisasi dan relokasi pabrik.
Sebelumnya Komisi sudah menggelar rapat dengar pendapat dengan pengusaha gula dan petani tebu. Pada rapat tersebut terungkap bahwa tingkat rendemen hanya 7 persen. Padahal, standar tingkat rendemen bisa mencapai 14 persen hingga 16 persen.
Terkait rendemen, menurut Edhy, pengusaha mengatakan bahwa rendahnya rendemen akibat kualitas tebu yang kurang baik. Kualitas tebu yang kurang baik akibat pola penanaman petani. "Seharusnya setelah dipanen sebanyak lima kali, tanaman tebu diganti," ujar anggota fraksi dari Partai Gerindra itu.
Yang terjadi, kata dia, tanaman tebu bisa dipanen lebih dari lima kali. Namun, untuk membongkar tanaman dan menanam lagi tentu diperlukan dana yang besar. Dengan demikian, petani perlu diberikan kredit yang tidak memberatkan.
EKA UTAMI APRILIA