Jelang Idul Adha, Juragan Kambing Setop Ekspor ke Malaysia  

TEMPO Interaktif, Purwokerto - Menjelang Lebaran Idhul Adha sejumlah pedagang kambing di Banyumas lebih memilih menjual kambing kurban miliknya ke luar pulau dibandingkan mengekspor ke luar negeri. Marjin keuntungan perdagangan antarpulau dinilai lebih besar ketimbang menjualnya ke luar negeri.

“Lebih menguntungkan perdagangan antarpulau dan pasar lokal,” terang Alip Darsono, pengepul kambing di Pasar Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/11). Alip mengatakan, saat ini penjualan kambing sedang meningkat drastis.

Dalam sepekan ini dirinya mendapat order pengiriman kambing kurban dari Kalimantan, Sumatera, dan Kepulauan Riau, hingga ratusan ekor. Itu belum terhitung pesanan dari Pulau Jawa seperti Jakarta Bandung dan pasar lokal di Jawa Tengah.

Sebelum ini, kata Alip, ia juga sudah mengirim 300 ekor ke Kalimantan, Sumatera 250 ekor, dan Dumai 300 ekor. Untuk memenuhi pasar di luar Jawa Alip harus mengumpulkan hewan ternak dari para petani atau membeli langsung ke pasar hewan satu persatu, setelah
jumlahnya genap baru dikapalkan.

Pengepul kambing lainnya Aris Sutrisna, 30 tahun, warga Desa Pandansari Ajibarang mengatakan, menjelang hari raya kurban untuk sementara tidak melayani pasar ekspor ke Malaysia, sebab perdagangan ternak dalam negeri saat ini sedang ramai.

Pekan lalu, kata dia, ada pesanan antara 300-500 ekor ke Malaysia dan Batam namun dia tolak. "Kalau ekspor banyak ruginya, kambing dihargai berdasarkan berat per ekor hewan. Sementara jual beli di pasar dalam negeri harga berdasarkan penilai taksiran fisik per ekor kambing atau domba atau sapi, ini lebih menguntungkan," ucapnya.

Biasanya ekspor dilakukan menjelang hari raya kurban. Jumlahnya lebih besar dari biasanya. Selain kambing untuk dipotong, Aris juga telah melayani permintaan ekspor kambing betina jenis etawa untuk dikembangbiakan sebanyak 300 ekor ke Malaysia.

"Tapi untuk sementara ini kita tidak melayani permintaan ekspor, repot. Untuk kebutuhan dalam negeri atau pasar lokal saja kan sudah banyak. Tidak tahu besok setelah Idul Adha, saya akan berpikir ulang," tambah Aris.

ARIS ANDRIANTO