Topik
Byar-Pet: Momok Warga Jabodetabek
TEMPO Interaktif, Jakarta - Warga Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Depok tampaknya masih akan terus terkena pemadaman. Rusaknya beberapa gardu dan pembangkit listrik karena terbakar membuat frekuensi pemadaman di beberapa tempat tampaknya akan makin sering dan makin panjang.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar memperkirakan pemadaman listrik--khususnya di Jakarta--baru akan berakhir pada awal Desember mendatang. "Setelah gardu induk Cawang selesai diperbaiki, baru pemadaman bergilir berakhir," ujar Fahmi di Jakarta, Senin (9/11).
Saat ini gardu induk Cawang sedang menunggu fabrikasi gas insulated line dari Jerman dan Jepang, sementara trafo yang baru sudah mulai dipasang.
Dia menekankan, meskipun pembangkit Muara Karang, yang kemarin mengalami kerusakan, sudah beroperasi kembali, masih tidak cukup menstabilkan kondisi kelistrikan di Jakarta.
Gara-gara trafo gardu induk Cawang meledak dua bulan yang lalu, Jakarta dan sekitarnya dikenakan pemadaman bergilir. Sinta Rachmawati, warga Bintaro Pesanggrahan, Jakarta Selatan, merasa kesal karena sudah dua minggu lamanya rumahnya terkena pemadaman setiap dua hari sekali.
Bahkan dalam satu hari kadang terkena dua kali pemadaman yang cukup lama. "Minggu dinihari mati sekitar pukul 01.30 hingga Senin pukul 09.00. Eh, siangnya mati lagi. Cari lilin ke mana-mana sampai kehabisan," kata Sinta kepada Tempo.
Gara-gara pembangkit listrik Muara Karang kemarin terbakar, sebagian wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan pun ikut terkena giliran pemadaman.
Menurut Taufiq, warga Graha Raya Bintaro, Tangerang, sejak 24 Oktober--sejak trafo gardu Cawang terbakar--hingga kemarin kompleks perumahannya terus terkena pemadaman bergilir. Malah pada 24 Oktober terkena pemadaman sampai tiga kali, masing-masing sekitar 10-20 menit.
Memasuki November, Taufiq melanjutkan, waktu pemadaman makin sering dan makin lama. Jumat dan Sabtu lalu, misalnya, mati sekitar enam jam.
Masyarakat Depok selama tiga pekan terakhir juga terkena pemadaman bergilir. Bahkan masih akan berlanjut hingga sepekan ke depan. Pemadaman ini gara-gara rusaknya gardu listrik Cibinong, yang masih dalam proses perbaikan.
Mereka mulai kesal karena, selain mengganggu aktivitas sehari-hari, pemadaman itu mengakibatkan beberapa perangkat elektronik rusak.
Menurut Rinaldi, warga Bedahan, Depok, beberapa tetangganya mengeluh karena barang-barang elektronik mereka rusak akibat listrik sering byar pet. Ia dan warga lainnya juga kesulitan mendapatkan air jika listrik mati karena mereka mengandalkan mesin pompa air.
Fifi, warga Taman Manggis, mengatakan pemadaman sangat menyulitkannya, terutama jika terjadi pada malam hari. Sebab, pemadaman membuat anaknya cenderung menangis terus. "Maklum, anak kecil. Kalau gelap jadi rewel," katanya.
Warga Kota dan Kabupaten Bogor hingga kemarin juga masih mengalami pemadaman listrik secara bergantian akibat kerusakan gardu listrik di Cibinong.
Untuk mengurangi beban, menurut Asisten Manajer Operasional PLN Area Pelayanan Jaringan Bogor Suratmin, PLN Bogor terpaksa melakukan pemadaman bergilir, yang dibagi menjadi dua bagian: pagi hari (08.00-14.00) dan sore hari (14.00-20.00).
Kerugian Pebisnis
Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menegaskan, pemadaman listrik yang saat ini terjadi merugikan kalangan industri. Proses produksi menjadi berlarut-larut, sehingga pengiriman barang pun menjadi terlambat. "Ini membuat industri kehilangan kesempatan," kata Hidayat setelah menerima pengusaha Jepang yang tergabung dalam Kansai Economic Federation di Departemen Perindustrian kemarin.
Pengusaha Jepang juga mengeluhkan soal listrik yang sering mati ini. "Mereka bertanya khusus soal listrik," katanya. "Saya katakan pengusaha Indonesia juga mengeluh."
Sekretaris Jenderal Asosiasi Persepatuan Indonesia Binsar Marpaung menambahkan, pemadaman listrik mengganggu jadwal kerja. "Apalagi kalau itu mati tiba-tiba tanpa pemberitahuan," katanya.
Menurut dia, untuk mengatasi pemadaman listrik ini, perusahaan menggunakan genset agar tetap bisa berproduksi. "Tapi ini kan berarti biaya lagi," katanya. Asosiasi sudah menyampaikan protes resmi ke PLN sebulan lalu, tapi sampai kemarin pemadaman masih saja terus berlangsung.
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta juga akan mengajukan gugatan class action ke PLN dalam waktu dekat. "Karena banyak pelaku usaha di Jakarta yang merasa dirugikan," kata Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Dhaniswara.
GRACE S GANDHI | SORTA TOBING | IQBAL MUHTAROM | TIA HAPSARI | RIKY FERDIANTO | DEFFAN PURNAMA