foto

TEMPO/Budi Yanto



Seksi Sampai Tua  

TEMPO Interaktif, Flek serta keriput di wajah Eddies Adelia lenyap. Kulit dan tubuhnya lebih kencang ketimbang sebelumnya. Banyak yang mengatakan model berusia 30 tahun ini tidak berbeda dengan dia ketika sepuluh tahun lalu.

Eddies mengaku kemolekannya sekarang diperoleh dari hasil terapi human growth hormone (HGH) selama tiga bulan. Selama itu ia mendapat tiga kali injeksi hormon pertumbuhan dalam sepekan. "Disuntik dengan jarum mini lewat perut," kata Eddies ketika ditemui seusai diskusi terapi anti-agingdi Jakarta, Kamis lalu.

Hingga kini ia tak merasa ada efek samping dari terapi itu. Perempuan kelahiran Yogyakarta ini menjalani terapi itu mulai Desember 2008 sampai Januari 2009. Untuk terapi itu, ia harus merogoh kocek sampai Rp 10 juta. Eddies berada di bawah perawatan spesialis anti-aging, Dr Deby Susanti Vinski. Deby adalah spesialis anti-aging pertama di Indonesia dan salah satu anggota dewan penasihat dunia untuk anti-aging.

Menurut Deby, di usia Eddies yang menginjak kepala tiga, proses penuaan sudah dimulai. Setelah itu, seiring dengan proses penuaan, kadar hormonalnya mulai menurun. Gejala kekurangan hormon--misalnya HGH--adalah tubuh mudah lelah, gairah menurun, cepat lupa, dan kolesterol meningkat. "Ini yang membuat pasien makin malas berolahraga," tutur lulusan Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi, Manado, ini setelah menjadi pembicara pada diskusi itu.

Hormon pertumbuhan bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak kecil sampai tumbuh besar. Hormon ini bertugas menjaga organ tubuh tetap pada kondisi prima. Karena itu, pada usia muda, saat produksi HGH masih surplus, seseorang lebih kebal terhadap penyakit, termasuk penyakit yang umum ditemukan pada usia uzur.
Menurut Deby, hasil penelitian dr Daniel Rudmenn, yang dimuat di New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa terapi HGH membuat massa otot bertambah 8,8 persen, degradasi lemak sebanyak 14,4 persen (tanpa diet), dan 7,1 persen membuat kerutan jadi berkurang. "Sehingga membuat kulit menjadi singset dan kencang," tutur dokter bergelar anti-aging medicine specialization ini.

Lebih dalam, Deby menjelaskan, untuk tubuh yang kelebihan berat badan atau lemak bertumpuk di sana-sini, terapi HGH dapat dikombinasikan dengan mesotherapy. Terapi ini berupa injeksi pembakar lemak dengan dosis awal 1-2 kali penyuntikan. Dengan itu, Deby menjamin lemak berlebihan yang ada di lingkar pinggang dapat berkurang 2-3 sentimeter.

Kemudian ada lagi terapi untuk perempuan yang mau menunda menopausenya, yakni terapi sel ovarium. Menurut Deby, terapi itu dilakukan dengan konsep sel punca atau stem cell. Lewat terapi itu, seorang perempuan akan ditunda gejala menopausenya. "Bisa memilih terus haid atau tidak, tergantung pasien," Deby menjelaskan.
Selain bisa mencegah osteoporosis dan penyakit psikis, terapi ini bisa membuat gairah seksual perempuan tetap terjaga.

"Ibu-ibu bisa lebih hot dari para gadis. Kulit kencang dan seksi sampai tua," Deby melanjutkan. Namun, tentu saja terapi ini disertai kombinasi terapi hormon lainnya dan asupan nutrisi yang cukup.

Dari manfaatnya itu, kedokteran anti-aging mulai banyak dilirik orang. Dari artis sampai pejabat tinggi tercatat jadi pelanggan klinik milik Deby di daerah Permata Hijau, Jakarta. Menurut suster klinik, Mila Nurmalia, bukan cuma perempuan yang datang, lelaki pun tak ingin ketinggalan untuk terlihat seksi dengan datang ke klinik itu.

Deby menekankan, pengobatan anti-aging bukan sekadar antikerut. Anti-aging adalah cara membuat tubuh sehat sampai ke tingkat sel dan organ-organ dalamnya. Menurut dia, umur organ itu bisa diremajakan. "Kalau Anda merokok, pasti paru-parunya lebih tua ketimbang organ yang lain," Deby menggambarkan.

Nah, kedokteran anti-aging itu bertujuan membuat hormon dalam tubuh menjadi optimal. Dengan dosis kecil, organ per organ bisa dibuat jadi lebih muda secara biologis. "Tentu tidak mungkin menjadi lebih baik, melainkan menjadi awet," kata Deby.
Meski begitu, Deby mengakui terapi hormon memiliki efek samping. "Terapi ini memang berisiko kanker. Namun, dosis terapi hormon yang diberikan dokter anti-aging sudah sesuai." HERU TRIYONO


Langkah Mencapai Kecantikan Maksimal

1. Selalu berusaha mengelola stres dengan sikap positif dan penuh semangat. Kondisi relaks membantu menurunkan hormon kortisol yang dikeluarkan tubuh saat stres. Ini meningkatkan hormon yang berpengaruh terhadap suasana hati yang positif, yaitu dehydro-epi-androsterone dan testosteron.
2. Mengkonsumsi makanan yang menyeimbangkan hormon, misalnya makanan berserat, yang mengatur kestabilan gula darah, lalu kacang-kacangan dan biji-bijian, ikan tuna, serta salmon, yang mengandung banyak asam lemak esensial.
3. Mengikuti pola terang dan gelap alam. Sempatkan minimal 2-3 jam dalam sehari untuk membiarkan tubuh Anda terpapar sinar matahari alami. Jangan lupa gunakan tabir surya. Ketika tidur malam, minimalkan penggunaan lampu untuk menciptakan suasana kegelapan malam yang lebih alami.
3. Menghindari pengganggu hormon. Jika Anda perokok, berhentilah sekarang juga. Merokok bisa menurunkan kadar estrogen dalam tubuh.
5. Olahraga yang menyenangkan. Endorfin yang keluar saat berolahraga adalah hormon yang berfungsi seperti morfin. Ia memberikan rasa nyaman pada tubuh.
6. Konsultasi pada dokter spesialis anti-aging agar terapi aman dan maksimal, terutama untuk deteksi dini dan terapi hormon yang tepat. Namun, perawatan kecantikan dari luar tetap dilakukan untuk hasil maksimal.

HERU TRIYONO | Sumber: Dr Deby Susanti Vinski, AAMS