Batavia Targetkan Penumpang Naik 20 Persen Tahun Depan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Batavia Air mentargetkan jumlah penumpang naik 20 persen dari lima juta orang pada tahun depan. Rute baru diharapkan mendorong pertumbuhan angka penumpang. "Kalau rute ke Jeddah dibuka otomatis jumlah penumpang bisa naik," kata Juru Bicara Batavia Air Eddy Haryanto di Jakarta, Selasa (10/11).
Ia mengklaim, target lima juta penumpang pada tahun ini hampir tercapai. Jumlah penumpang diperkirakan terus bertambah dengan membuka beberapa rute baru pada akhir tahun ini.
Eddy menjelaskan pada 25 November mendatang Batavia mulai melayani penerbangan Jakarta-Singapura dan Semarang-Singapura. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Airbus A 319 dengan kapasitas 144 penumpang. Batavia mentargetkan jumlah penumpang mencapai 80 persen tiap penerbangan.
Selain itu Batavia juga berencana membuka rute baru ke Maumere dan Waingabo pada akhir tahun ini. Eddy mengungkapkan Senin pekan depan tim akan berangkat ke lokasi tersebut untuk persiapan. "Diharapkan Desember sudah mulai beroperasi," katanya.
Nantinya penerbangan akan dilakukan satu kali setiap hari dengan pesawat Boeing berkapasitas 144 penumpang. Batavia mentargetkan 300 penumpang per rute.
Eddy menambahkan, Batavia juga mentargetkan penerbangan ke Jeddah dan Ryadh di Arab Saudi bisa terlaksana pada akhir tahun ini. Ia berharap izin mendarat di bandar udara Jeddah bisa segera diperoleh.
Penerbangan ke Jeddah sebetulnya sudah ditargetkan sejak Oktober lalu. Satu pesawat jenis Airbus 330-200 sudah disiapkan untuk melayani penerbangan itu. Satu pesawat lainnya juga sudah dipesan dari Irlandia. Namun otoritas bandar udara Arab Saudi tak juga memberikan izin.
"Rencananya bulan ini GACA mau datang ke Indonesia untuk mengaudit kami," katanya.
Jika penerbangan ke Jeddah dibuka, Eddy melanjutkan, bisa menambah 300 penumpang setiap penerbangan. Batavia telah mengajukan izin untuk terbang ke Jeddah tiga kali sepekan.
Keterlambatan izin tersebut, kata dia, tidak terkait dengan larangan terbang Uni Eropa terhadap Batavia. Dalam surat otoritas bandara Arab Saudi tidak tercantum kaitan larangan terbang oleh Uni Eropa.
Eddy memaparkan jumlah penumpang Batavia terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2005 jumlah penumpang mencapai lebih dari tiga juta orang. Jumla itu terus meningkat hingga lebih dari 4,7 juta pada tahun lalu.
DESY PAKPAHAN