foto

AP/Hussein Malla



Masuk Perbatasan, Saudi Bakal Hantam Pemberontak Yaman

TEMPO Interaktif, Sanaa - Kerajaan Saudi Arabia memperingatkan para pemberontak di Yaman agar tidak coba-coba masuk ke perbatasan negerinya. Jika tak mengindahkan peringatan itu, eksportir minyak terbesar dunia itu akan melakukan serbuan melalui udara.

Saudi Arabi kini sedang mengamati perkembangan konflik antara pemerintah Yaman dengan pemberontak muslim shi'ah yang kian meluas.

Konflik ini dikhawatirkan dapat mengancam stabilitas Kerajaan Saudi.

Ketidakstabilan di Yaman yang disulut pemberontak Shia'a di bagian utara dan sentimen sparatis terhadap para pejuang Alqaida meningkat sangat mencemaskan Riyad.

"Kami akan menghantam mererka dari udara tanpa henti sampai para pemberontak menyingkir puluhan kilometer dari perbatasan Saudi," ujar Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdul-Aziz, asisten menteri pertahanan dan penerbangan kepada televisi Al Arabiya

Pangeran Khalid menambahkan, untuk menjaga perbatasan dari serbuan para pemberontak Yaman, Saudi meningkatkan keamanan secara ketat.

Sementara itu dari Yaman diperoleh kabar, para pemberontak mengklaim telah menguasai dewan pimpinan Qatabar di Provinsi Saada dekat perbatasan Saudi Arabia.

Kabar tersebut dibalas pernyataan oleh pemerintah Saudi bahwa pasukannya telah menguasai kembali Jabal Dukham dari para pemberontak. Keberhasilan itu berkat serangan besar-besaran melalui udara terhadap pemberontak di Yaman bagian utara.

Dalam situs mereka, para pemberontak menyebutkan pesawat militer Saudi menjatuhkan bom di perkampungan Yaman mengakibatkan dua perempuan tewas dan melukai seorang anak.


REUTERS | CHOIRUL