Lima Ribu KK di Lumajang Belum Dapat Listrik


TEMPO Interaktif, LUMAJANG:Tidak kurang dari 5.000 kepala keluarga di Kabupaten Lumajang belum mendapat penerangan listrik. Sebagian besar dari mereka masih menggunakan lampu ‘Ublik’ (lampu minyak tanah) untuk menerangi rumahnya pada malam hari.
Kepala Sub Bidang Pemerintah dan Kemasyarakatan Badan Perencana Pembangunan Kabupaten Lumajang Gatot Mulyohadi Jum’at (13/11) pagi ini mengatakan, ada ribuan siwa yang belajar pada malam hari hanya dengan penerangan Ublik. “Sebagian saja yang menggunakan lampu petromak,” katannya kepada Tempo. Data di Bappekab Lumajang menyebutkan saat ini saja ada 4.243 kepala keluarga di 35 dusun di Kabupaten Lumajang yang belum mendapat penerangan listrik. Sementara pada tahun 2009 ada 18 desa yang masih diajukan untuk mendapat penerangan listrik.
“Lebih dari lima ribu KK yang belum mendapat listrik,” katanya. Selama ini, Pemerintah Lumajang sudah mengupayakan bberapa cara salah satunya penggunaan diesel. “Namun hanya berjalan satu bulan saja. Keuangan masyarakat desa belum mampu untuk membiayai bahan bakarnya,” kata Gatot. Dibutuhkan anggaran Rp 9 juta setiap bulan untuk mengaktifkan diesel selama 12 jam per hari. Setiap jam membutuhkan lima liter solar. Lantaran tidak mampu, akhirnya diesel tersebut dikembalikan kepada pemerintah. Saat ini pihaknya hanya mengupayakan litrik dari PLN. “Hanya satu-satunya cara,” katanya. DAVID PRIYASIDHARTA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X